TribunJabar/

Mukena Fathiya Raih Piala Sidhakarya, Ini Kelebihan Produknya

Dari online pula, Mukena Fathiya telah memiliki banyak agen dan lebih dari 250 reseller di seluruh Indonesia.

Mukena Fathiya Raih Piala Sidhakarya, Ini Kelebihan Produknya
TRIBUN JABAR/M ZEZEN ZAINAL M
Pemilik usaha Mukena Fathiya, Ani Rohani Rahmawati (kiri) berfoto bersama istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Giselawati Wiranegara Mizwar, seusai menerima penghargaan Sidhakarya dari Gubernur Jawa Barat di parkir barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (22/12). 

Laporan Wartawan Tribunj Jabar, M Zezen Zainal M

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan penghargaan Sidhakarya kepada sejumlah pelaku usaha perempuan berprestasi di Jawa Barat. Penghargaan Sidhakarya merupakan penghargaan yang diberikan kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas masyarakat sekitar serta mampu membuat produk berkualitas.

Penghargaan itu diberikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pada peringatan Hari Ibu dan Hari Kesetiakawanan Sosial tingkat Provinsi Jawa Barat di Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Kamis (22/12). Piala Sidhakarya salah satunya diberikan kepada produsen Mukena Fathiya, salah satu UMKM dari Kota Cimahi.

Owner Mukena Fathiya, Any Rohani Rahmawati mengaku sangat bersyukur memperoleh penghargaan Sidhakarya tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut semakin memotivasi usaha yang digelutinya agar bisa terus meningkatkan produktivitas, daya saing usaha serta kualitas produk.

Mukena (alat salat perempuan) yang diproduksi Mukena Fathiya memiliki banyak keistimewaan. Selain memiliki bahan yang tidak panas di kulit karena terbuat dari bahan katun paris, mukena produk asli Cimahi ini juga merupakan mukena motif yang memiliki warna-warna cerah yang memiliki motif-motif etnik dengan bordir yang unik nan cantik yang sangat disukai kaum perempuan.

"Salah satu kekhasan Mukena Fathiya ialah bisa sarimbit atau samaan antara ibu dan anak. Kita sediakan dengan kombinasi warna dan motif-motif yang cantik. Itu semua didesain salah seorang karyawan kita yang disabilitas," kata Any, saat ditemui Tribun di arena bazar Gedung Sate, Kamis (22/12).

Mukena Fathiya yang dirintis sejak tahun 2005 kini mampu menghasilkan sekitar 2.000-an mukena setiap bulannya. Produk rumahan yang dikerjakan 30 pekerja yang merupakan warga sekitar di kawasan Kebon Manggu RT 05/04, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu sudah dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.

Penjualan online menjadi ujung tombak pemasaran Mukena Fathiya. Tak heran, pelanggannya datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Dari online pula, Mukena Fathiya telah memiliki banyak agen dan lebih dari 250 reseller di seluruh Indonesia.

"Karena kami pilih bahan yang adem dan corak yang menarik, segmen mukena fathiya memang menengah ke atas. Kisaran harganya mulai dari Rp 165 ribu hingga Rp 350 ribu," kata Widodo, suami Ani, seraya menyebut omzetnya per bulan kini sudah di atas Rp 150 juta per bulan. (zam)

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help