TribunJabar/
Home »

Opini

Buku Pilihan

Mengungkap Rahasia Budaya Nusantara Melalui Sains Modern

Salah satu motif batik yang terkenal, yakni batik truntum, berawal dari malam-malam sepi Kanjeng Ratu Kencana, permaisuri Sunan Pakubuwana III

Mengungkap Rahasia Budaya Nusantara Melalui Sains Modern
Web
Buku Kode-Kode Nusantara

Judul: Kode-Kode Nusantara
Penulis: Hokky Situngkir
Penerbit: Expose
Cetakan: I, November 2016
Tebal: 224 Halaman
Harga: Rp 85.000

KALAU Anda penggemar kain batik, Anda mungkin mengagumi keindahan lukisan-lukisan dan motif serta warna-warni kain batik itu. Namun, di balik itu, mungkin Anda tidak menyangka bahwa ada cerita menarik dari simbol-simbol dan lukisan batik.

Salah satu motif batik yang terkenal, yakni batik truntum, berawal dari malam-malam sepi Kanjeng Ratu Kencana, permaisuri Sunan Pakubuwana III pada abad ke-18, karena sang raja sibuk dengan selir barunya. Ratu Kencana menggambar bintang-bintang dan kembang tanjung pada lembar-lembar kain yang kemudian diberi warna biru gelap langit malam, mengisi kekosongan hatinya yang merindukan sang suami. Hingga suatu malam, sang raja melihat istrinya yang tengah membatik. Gambar bintang-bintang dan bunga tanjung itu menyentuh hati sang raja, yang membuat cinta sang raja bersemi lagi.

Kalau masyarakat global memiliki simbol cinta berupa "hati" dengan warnanya yang pink, di jagat Jawa simbol romantika cinta itu berawal dari kisah batik truntum.

Secara lebih luas, penggalian aspek-aspek kehidupan tradisional dengan menggunakan sains dan teknologi modern membuka peluang menarik, baik bagi budaya tradisional maupun kehidupan modern. Ketika sains dan teknologi modern diarahkan untuk menyimak koleksi tradisi Indonesia, inspirasi dan mimpi indah peradaban modern justru semakin mungkin terwujud.

Buku Kode-Kode Nusantara mengupas elemen-elemen budaya dengan narasi menarik dan apik. Kita menemukan tidak hanya asal-muasal dan rahasia di balik batik, gamelan, lagu daerah, ukiran tradisional, dan lain-lain, tetapi juga bagaimana kekayaan budaya tersebut menjadi inspirasi masa depan.

Lebih detailnya, buku ini berisi sembilan bab pembahasan, yang masing-masing diberi judul "Dari Utara ke Selatan", "Pusaran Geometri Orang-Orang Selatan", "Kepemimpinan Pengetahuan di Nusantara", "Menganyam Untai Evolusi Budaya", "Dari Barat ke Timur", "Sulur- Sulur dalam Pohon Kehidupan", "Bangsa-Bangsa yang Bernyanyi", "Dari Geometri ke Cara Bersosial", "Metadata Inspirasi Keberagaman Indonesia".

Hokky Situngkir, penulis buku ini, lahir di Siantar, Sumatra Utara, 7 Februari 1978, dan kini merupakan ilmuwan/peneliti teori kompleksitas di Surya University dan Pendiri Bandung Fe Institute. Hokky juga merupakan penggagas pendataan budaya tradisional Indonesia secara partisipatif melalui website Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) pertama yang dilakukan secara terbuka menggunakan berbagai gawai elektronik populer.

Jika Anda penggemar budaya tradisi dan sains modern sekaligus, inilah buku yang mencakup dan menggabungkan keduanya. Pola/motif batik fraktal, kompleksitas matematis lagu-lagu daerah Indonesia, aspek matematis dalam Candi Borobudur, misteri situs megalitikum Gunung Padang, dan lain-lain coba diungkapnya melalui sudut pandang sains modern.

Buku yang sangat menarik, unik, dan perlu dibaca. (*)

Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help