TribunJabar/
Home »

Bisnis

» Mikro

Dilo Festival Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif di Bandung

Member seluruh titik Dilo, sudah mencapai lebih dari 20.000 orang, dengan fokus usaha 16 subsektor ekonomi kreatif.

Dilo Festival Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif di Bandung
ISTIMEWA
Direktur Innovation & Strategic Portfolio Indra Utoyo (tiga kiri), Managing Director Indigo Ery Punta (kedua kiri), dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari (tiga kanan) berpose bersama pada acara pembukaan Dilo Festival di Balai Motekar Unpad, Kota Bandung, belum lama.ini 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID- Digital Innovation Lounge (Dilo) Festival hadir di Bandung sebagai salah satu dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif.

Digital Innovation Lounge (Dilo) Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Santosa Sungkari, mengatakan, selain di Bandung, Dilo Festival digelar pula di Malang, Balikpapan, dan Makassar. Pihaknya juga mengapresiasi kehadiran Dilo yang sedikitnya hadir di 13 kota utama di Indonesia. Yakni Aceh, Medan, Pekanbaru, Depok, Tanggerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, dan Denpasar.

"Member seluruh titik Dilo, sudah mencapai lebih dari 20.000 orang, dengan fokus usaha 16 subsektor ekonomi kreatif. Hal ini, yang membedakannya dengan ICN dan Digital Valley yang hanya fokus beberapa subsektor ekonomi kreatif yakni perangkat lunak, desain grafis, dan game," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Selasa (13/12/2016). 

Menurutnya, Kehadiran Dilo sebagai bagian dari program-program PT Telkom lainnya salah satunya  program Indigo Creative Nation (ICN) yang sudah digelar sejak tahun 2009. Saat ini, ada sekitar 2.000 lebih startup binaan Telkom. Sekitar 65 di antaranya sudah aktif terjun di industri telematika nasional/global. Sedangkan Digital Valley yang merupakan bagian program ICN telah menghadirkan coworking space bagi para startup binaan. Saat ini, telah hadir Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley dengan lebih dari 8.000 member. 

"Kami sangat terbantu karena Dilo yang merangkul semua jenis ekonomi kreatif dan yang terbaik bisa disalurkan ke program Indigo," katanya. 

Menurut Hari, pihak ya juga memperkuat ekosistem ini dengan merilis BekUp beberapa bulan lalu. BekUp atau Bekraf for StartUp, adalah program seleksi wirausahawan digital yang pemenangnya disalurkan ke industri telematika maupun inkubator eksisting semacam Indigo. 

Sejauh ini, kata Hari, tingkat kesuksesan dari seleksi Bekup adalah 10 persen dari total peserta. Jadi, jika yang ikut 100 startup, maka yang benar-benar bertahan melanjutkan bisnisnya adalah 10 saja.

"Kami ingin tingkatkan succes rate ini di tahun 2017, minimal 20-30 persen," katanya. (tif)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help