Success Story

Sidrotun Naim, Berkah Julukan Doktor Udang

PEREMPUAN ini punya julukan unik, "doktor udang". Soal prestasi, jangan ditanya. Perempuan kelahiran Sukoharjo ini punya prestasi mentereng.

Sidrotun Naim, Berkah Julukan Doktor Udang
TRIBUN JABAR
Sudrotun Naim

PEREMPUAN ini punya julukan unik, "doktor udang". Soal prestasi, jangan ditanya. Perempuan kelahiran Sukoharjo ini punya prestasi mentereng. Tak hanya dari dalam negeri, beberapa penghargaan dari luar negeri telah diraihnya.

Misalnya Prince of Asturias Award 2014 di Spanyol, untuk kategori kerja sama internasional, mewakili para penerima program beasiswa Fullbright dari seluruh dunia. Kemudian L'Oreal National Fellowship 2009 serta L'Oreal-Unesco FWIS International 2012. Masih banyak penghargaan yang diraih perempuan bernama Sidrotun Naim ini.

Apa yang dilakukan Naim untuk dunia perikanan juga mendapat pengakuan dari tabloid Nova. Sabtu (26/11) malam, Naim mendapat penghargaan Perempuan Inspiratif Nova 2016 kategori Perempuan dan Teknologi. Penghargaan diberikan di Hotel Grand Tjokro, Jalan Cihampelas, Bandung.

"Sebetulnya saya tidak menyangka, ini diberikan oleh dewan juri. Mungkin mereka melihat jejak rekam saya selama ini. Baik prestasi akademik maupun apa yang saya lakukan di dunia perikanan," katanya kepada Tribun.

Di dunia akademik, Naim juga punya catatan yang mentereng. Ia alumnus jurusan Biologi ITB, lalu mengantongi gelar master dari University of Queensland, Australia. Ia kemudian mendapat dua gelar master di Universitas Arizona di tahun 2012.

Di Universitas Arizona juga Naim meraih gelar doktor. Disertasinya membahas penyakit udang dan pencegahannya. Ini yang membuatnya mendapat julukan "doktor udang". Ini kemudian menuntunnya ke Harvard.

Julukan "doktor udang" menjadi berkah tersendiri bagi Naim. Menurutnya, itu seperti branding baginya. Ilmuwan yang meneliti udang sebenarnya tak hanya dia, tapi dia menjadi "doktor udang" pertama di Indonesia.

Peraih Perempuan Inspiratif Nova 2016 tak hanya dirinya. Ada 13 perempuan lain di tujuh kategori. Bertemu dengan perempuan-perempuan yang inspiratif, dia mengaku mendapatkan inspirasi.

"Acara ini sangat menginspirasi. Inspirasinya bagi saya, untuk melakukan sesuatu, ya lakukan saja," katanya.

Ia mencontohkan peraih penghargaan lainnya yang hanya lulusan sekolah dasar dan punya masa lalu kurang beruntung. Itu tak menghalangi untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help