Coffee Break

Payung Biru Pengusir Duka

Jokowi membawa sendiri payungnya yang berwarna biru, bersebelahan sekaligus memayungi Wiranto di kanan dan Gatot Nurmantyo di kiri.

Payung Biru Pengusir Duka
istimewa
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun Jabar

DI bawah gerimis yang mengguyur, Jumat siang lalu, Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya berjalan kaki dari Istana Merdeka ke kawasan Monumen Nasional, untuk ikut melakukan salat Jumat berjemaah. Jokowi membawa sendiri payungnya yang berwarna biru, bersebelahan sekaligus memayungi Wiranto di kanan dan Gatot Nurmantyo di kiri. Tak ada ajudan atau anggota Paspampres yang memegangkan payung. Presiden tampak lebih nyaman memegang payung sendiri.

Kedatangan Jokowi di tengah jemaah itu pun mendapat apresiasi positif masyarakat. Ada yang menilainya berani karena hadir tanpa pengawalan yang ketat. Jarang sekali pemimpin negara yang bersedia hadir di tengah massa yang melakukan demo—oh, ya, acara itu memang dilabeli "doa bersama", tapi juga disebut-sebut sebagai "demo bela Islam jilid III" dan "demo superdamai".

Namun, ada sisi lain yang menarik perhatian dan menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan warga-net (netizen), yakni payung yang dipakai Jokowi (dan para pejabat tinggi lainnya): payung biru. Segera setelah foto Jokowi membawa payung biru bertebaran di internet, para warga-net langsung membahasnya.

Lucunya, banyak yang menanyakan merek payung tersebut. Salah satunya pengguna Twitter dengan nama akun @baroindra. "Payung Jokowi merk apa? Beli di mana?" tulisnya. Bahkan ada yang mulai menawarkan payung yang sama dengan yang dipakai Jokowi. "Monggo dibeli payung Jokowi, biru dongker menggoda. Payung terbatas minat langsung DM #SuperDamai212," tulis akun @satria_ganek. Tak sedikit pula yang memuji. "Aku bangga dengan pak Jokowi, Presiden kita tidak manja. Ujan tetap pakai payung dewe. Karena jujur dia dicintai warga," cuit @theng_sd. Tak ketinggalan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dengan jahil berkomentar "Kok gak ada yang nanya 'Mas, payungnya bapak beli di mana?'"

Tapi tak ketinggalan ada warga-net yang menampilkan foto presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, yang bersama sang istri memakai payung berwarna sama disertai tulisan "Kita juga pernah pakai payung biru." Tersirat kata-kata berikutnya, "Tapi kok nggak ramai, ya?"

Sebelumnya, saat konferensi pers pascademo 4 November 2016, Jokowi mengenakan jaket bomber berwarna hijau army, menutupi kemeja putihnya. Penampilan Presiden Jokowi yang stylish dan kekinian itu jadi ramai diperbincangkan warga dunia maya, khususnya para pengguna Twitter.

Bukan hanya pujian, para warga dunia maya pun penasaran terhadap merek jaket bomber yang dikenakan oleh Jokowi. Belakangan diketahui bahwa jaket yang dikenakan oleh Jokowi keluaran brand asal Spanyol, Zara. Gara-gara Jokowi mengenakan jaket bomber miliknya, Zara Indonesia kehabisan stok jaket tersebut.

Fenomena jaket bomber Jokowi ini pun tak luput dari pemberitaan media asing. Reuters, misalnya, dengan judul Indonesian president's call for calm makes fashion statement, menyebut bahwa Presiden berpakaian layaknya anak muda dalam negeri. Reuters juga sempat menulis bahwa salah satu toko yang dipercaya sebagai produsen busana tersebut kewalahan memenuhi permintaan konsumen.

Tulisan Reuters itu selanjutnya dikembangkan beberapa media lain, termasuk straitstimes.com dan Bangkok Post, yang bahasannya masih seputar jaket bomber Jokowi yang berhasil menghebohkan dunia maya, bahkan sampai melahirkan sejumlah meme.

Oh, ya, apakah Jokowi sengaja memilih payung berwarna biru? Jokowi selama ini dikenal menyukai simbol-simbol—tidak hanya benda-benda, tapi juga tindakannya. Ketika SBY melakukan safari ke banyak daerah seraya mengkritik Jokowi, sang Presiden cukup sekali mendatangi proyek pusat olahraga Hambalang yang mangkrak. Tanpa kata-kata, Jokowi cuma menggeleng-gelengkan kepala—sebuah simbol yang memiliki banyak makna.

Mengapa Jokowi tidak memakai payung merah atau warna lain? Apakah dengan warna biru itu Jokowi hendak menyindir pihak tertentu? Wallahualam. Yang pasti, payung biru Jokowi sudah memberikan kesejukan dan kegembiraan bagi sebagian warga. Bertahun-tahun lalu grup vokal Rida-Sita-Dewi pernah mendendangkan lagu berjudul "Payung Biru":

Payung biruku telah kubuka
Untuk menahan derasnya air dari langit
Payung biruku temani aku
Usir dukaku yang muncul di sore hari
Perlahan berlalu
Hujan yang turun
Semerbak wangi tanah (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help