Cerpen Greeny Azzahra

Salim

Sudah hampir sembilan tahun aku jadi preman dan baru kali ini aku menemukan seseorang yang bodoh seperti dia.

Salim
Ilustrasi Salim 

SALIM. Tinggal kau sebut saja nama itu. Maka orang-orang di terminal, mulai dari pedagang asongan, tukang becak, sopir angkot, sopir bus, hingga preman sepertiku, pasti akan mengenalinya.

Mengapa?

Karena dia adalah lelaki tua yang bodoh!

Ha-ha-ha!

Sudah hampir sembilan tahun aku jadi preman dan baru kali ini aku menemukan seseorang yang bodoh seperti dia.

Sosok kurus berseragam kuning itu adalah petugas kebersihan yang setiap hari menyapu dan membersihkan sampah-sampah di terminal. Ia bukanlah penghuni lama. Baru lima bulanan ia di sini. Tetapi harus kuakui bahwa ketenarannya sekarang mengalahkan ketenaranku. Bukan karena ia lebih ditakuti dariku. Kurasa tak ada yang lebih ditakuti di terminal ini daripada aku. Pun bukan karena ia pernah membuat kerusuhan di terminal. Sebab hanya aku yang ahli melakukannya.

Ia menjadi begitu tenar karena orang-orang menyukainya! Ya, orang-orang menyukainya, termasuk aku. Kami senang karena ia dengan mudahnya bisa kami perintah.

"Salim, beliin rokok di warung, gih!"

"Salim, panggilin Si Udin, bagian dia narik nih sekarang!"

"Salim, bersihin tuh bus! Kemarin kehujanan."

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved