TribunJabar/

Wisata Alam Menapaki Para Sanghiang Rajamandala

MENJADI viral di dunia maya tentu mengundang rasa penasaran mengunjungi berbagai tempat yang asyik untuk melepas lelah sambil menikmati pemandangan.

Wisata Alam Menapaki Para Sanghiang Rajamandala
TRIBUN JABAR/DONY INDRA
STONE Garden, yang berada di 709 meter di atas permukaan laut, merupakan tujuan kedua yang dilaksanakan oleh Komunitas Mata Bumi Indonesia yang melakukan jelajah geotrek ke kawasan karst Citatah. 

MENJADI viral di dunia maya tentu mengundang rasa penasaran mengunjungi berbagai tempat yang asyik untuk melepas lelah sambil menikmati pemandangan. Dari sekian tempat yang saat ini banyak diperbincangkan satu di antaranya memiliki kata kunci "Sanghiang".

Masuk ke dalam wilayah Kecamatan Cipatat, ada beberapa lokasi wisata yang bermula dari kata Sanghiang. Sanghiang Heuleut misalnya. Lokasi yang dapat ditempuh dengan berjalan santai sekitar empat jam dari jalur utama Cipatat ini kembali banyak dikunjungi setelah foto-fotonya banyak bermunculan di media sosial. Lokasinya sendiri menawarkan wisata berenang di antara batu-batu besar yang mengelilingi kawasan mirip danau ini.

Selain Sanghiang Heuleut, beberapa nama yang sudah terlebih dahulu ada dan juga menjadi daya tarik wilayah yang masuk ke kawasan Indonesia Power ini adalah Sanghiang Tikoro. Lokasinya paling dekat dengan rumah pembangkit dan tinggal berjalan kaki beberapa meter setelah turun dari kendaraan sudah bisa melihat Sanghiang Tikoro.

Citarum
Arung jeram Citarum, menapaki para Sanghyang
Dalam bahasa Sunda tikoro berarti tenggorokan. Banyak orang berpendapat bahwa tempat ini mirip leher atau tenggorokan karena mirip gua yang menganga dan menelan aliran Sungai Citarum. Sedikit berbahaya dan tidak dianjurkan untuk turun ke bawah karena aliran derasnya Citarum.

Tempat lainnya adalah Sanghiang Poek. Berupa gua-gua yang juga mengundang penasaran dan menyimpan sejarah dari sisi geologis karena merupakan gua purbakala. Dalam bahasa Sunda poek berarti gelap, tentu peralatan seperti senter dan lainnya harus dipersiapkan jika ingin menapaki kawasan ini. Batu batu besar yang biasanya dijumpai di pesisir pantai akan kita jumpai di daerah ini.

Tempat selanjutnya yang masih berada satu jalur di kawasan ini adalah Sanghiang Kenit. Hampir mirip dengan Sanghiang Poek, namun arus sungai di tempat ini cukup dalam sehingga mengunjunginya harus mempersiapkan peralatan lengkap termasuk perahu karet. Dari empat Sanghiang, Sanghiang Heuleut merupakan tempat yang terjauh.

Persiapan perbekalan dan waktu perjalanan disarankan ditempuh pagi hari ketika cuaca sedang cerah. Jalur jalan setapak melewati hutan dan kebun cukup licin ditempuh jika sedang turun hujan.

Di lokasi ini juga terdapat wisata religi makam Bojong Geureuh. Leluhur yang menyimpan cerita dan diturunkan kepada setiap generasi di kampung dan desa yang berada di kawasan ini. Banyak yang berziarah pada bulan-bulan tertentu ke lokasi ini.

Lokasi selanjutnya dan baru saja diresmikan adalah bumi perkemahan Wana Mandala Cengkrong. Tentu bagi mereka yang hobi berkemah dan ingin menyelesaikan wisata Sanghiang, Cengkrong merupakan tempat yang pas untuk berkemah.

Jauh terus menembus kawasan Indonesia Power kita akan tiba di genangan Saguling. Lokasi ini juga banyak dikunjungi dan jaraknya menjadi yang terjauh dari jalur utama Cipatat berjarak sekitar 20 kilometer dari jalur utama.(fam)

 
citarum 2
Menjelajah Citarum Rajamandala

Berendam Air Panas Lembah Tikukur
LELAH berjalan di kawasan wisata Sanghiang, Rajamandala, ada kawasan pemandian air panas yang hingga saat ini masih dikelola secara tradisional turun temurun. Lokasinya berada tujuh kilometer dari jalur utama Cipatat. Kawasan ini biasanya menjadi tempat peristirahatan setelah menempuh perjalanan melelahkan.

Halaman
123
Penulis: fam
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help