Bingung Isi Acara Akhir Pekan, ke Salman Days Out Picnic Aja

Kami ingin memaparkan bagaimana pertanian jenis ini merupakan bagian dari ketahanan pangan warga melalui Pasar Sayur Mayur interaktif

Bingung Isi Acara Akhir Pekan, ke Salman Days Out Picnic Aja
TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH
Acara di Salman 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Jelang November ini, berbagai daerah di Jawa Barat dihantam banjir. Mulai dari Garut, Sumedang, Pangandaran, Sukabumi, hingga yang teranyar kawasan Pasteur, Kota Bandung. Bencana tersebut sontak mendatangkan simpati banyak pihak. Simpati tersebut datang dalam berbagai bentuk bantuan. 

Di sisi lain, dampak bencana banjir rupanya tak dapat ditangani secara kuratif. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di lapangan menunjukkan bahwa bantuan-bantuan macam selimut, baju, makanan pokok dan lain-lain malah menumpuk tak terpakai. Beberapa oknum bahkan menjualnya demi kepentingan pribadi.

Masjid Salman ITB, sebagai masjid yang peduli akan keberlangsungan lingkungan hidup, memandang perlu adanya pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. Inilah yang melatarbelakangi diadakannya Salman Days Out Picnic “Satu Bumi, Satu Cinta”, pada Ahad, 6 November 2016. Menurut Ketua Pelaksana Salman Days Out Picnic Tristia Riskawati,event yang rutin diadakan setiap satu bulan sekali ini merupakan wujud cinta Masjid Salman ITB kepada bumi.

“Saya berharap SaDOP (Salman Days Out Picnic –Red.) kali ini dapat memperkenalkan kepada masyarakat luas jika cinta pada bumi tak hanya sekejap. Butuh upaya berkelanjutan yang penuh kesabaran untuk merawat bumi,” katanya, Sabtu (5/11).

Bentuk upaya berkelanjutan yang ia maksud, tertuang dalam mata acara Salman Days Out Picnic yang sengaja dirancang untuk mengedukasi masyarakat akan pelestarian lingkungan. Semisal Pasar Sayur Murah dan Edukasi Ketahanan Pangan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui pentingnya mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan organik. Pasalnya, pertanian yang menggunakan bahan-bahan kimia meski lebih cepat menghasilkan panen, namun hasilnya merusak tubuh manusia. Belum lagi rantai makanan yang terputus, karena hewan-hewan seperti tikus dan serangga dibasmi secara tak wajar sehingga menimbulkan ketidakseimbangan alam.

“Kami ingin memaparkan bagaimana pertanian jenis ini merupakan bagian dari ketahanan pangan warga melalui Pasar Sayur Mayur interaktif,” katanya.

Di sisi lain, dalam rangka peduli korban bencana banjir, Masjid Salman mengadakan pula Penggalangan Donasi Bantuan untuk Korban Bencana di Jawa Barat. Sebesar 60% hasil udunan akan digunakan untuk membantu korban pascabencana di Jawa Barat melalui Ikatan Alumni (IA) ITB Jabar dan Ikatan Alumni (IKA) Unpad. Sedangkan 40% akan dipakai untuk program edukasi ketahanan pangan Satu Bumi, Satu Cinta dan juga santunan anak yatim.

Tristia berharap, acara ini dapat menggemakan prinsip bahwa membantu korban bencana buka soal mengirim pakaian bekas dan sembako belaka. Tetapi juga bagaimana mencegah bencana tersebut tak hadir lagi. “Makanan organik tak hanya sekadar lifestyle, namun makanan berbasis pertanian organik adalah salah satu cara ampuh dalam mempertahankan keseimbangan lingkungan,” katanya.

 Berikut rangkaian acara Salman Days Out Picnic: “Satu Bumi, Satu Cinta” yang akan diadakan pada Ahad, 6 November 2016 di Kompleks Masjid Salman ITB, dari pukul 07.30 – 13.00 WIB:

 1. Pasar Sayur Murah dan Edukasi Ketahanan Pangan

Halaman
123
Penulis: tif
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help