Lapar Saat Begadang di Bandung? Ini Dia Tempat Kuliner yang Ramai Mulai Tengah Malam

BAGI yang biasa begadang atau sedang tak bisa tidur dan perut keroncongan tentu hal yang terpikir adalah mencari tempat yang bisa untuk mengisi perut

Lapar Saat Begadang di Bandung? Ini Dia Tempat Kuliner yang Ramai Mulai Tengah Malam
Tribun Jabar
ILUSTRASI - Menyiapkan bubur gowes pesanan para pesepeda di kaawasan Dago Pakar. foto oleh Isa Rian Fadilah 

BAGI yang biasa begadang atau sedang tak bisa tidur dan perut keroncongan tentu hal yang terpikir adalah mencari tempat yang bisa untuk mengisi perut sekaligus nongkrong bareng teman atau keluarga. Hal yang menjadi masalah ketika malam telah larut dan kebanyakan tempat makan sudah tutup.

Menu yang paling dicari tidak terlalu berat dan cukup mengganjal untuk mengantar tidur. Tentu yang pas adalah mencari menu sarapan saat malam larut menjelang dini hari. Beberapa menu yang banyak diburu oleh pencinta sarapan tengah malam adalah nasi kuning dan bubur ayam. Beberapa tempat sudah menjadi langganan dan ramai mulai tengah malam menjelang dini hari.

Seperti yang terlihat di bubur Pa Atam. Lokasinya masuk ke wilayah Jalan Pasirkaliki perempatan Dr Djundjunan. Tak jauh dari RSUP Hasan Sadikin Bandung, biasanya kalau malam banyak angkutan umum jurusan Lembang-Ciroyom yang ngetem dekat lokasi bubur tersebut. Bentuknya gerobak seperti kebanyakan bubur lainnya, tempat makannya pun sederhana hanya menyediakan dua meja dengan beberapa kursi plastik. Tak heran jika sedang penuh maka banyak pelanggan yang memilih makan bubur tersebut di dalam kendaraan mereka masing-masing.

"Ramainya mulai tengah malam menjelang dini hari, sehari bisa ratusan porsi terjual," ujar Erwin (30), seorang pekerja yang sudah puluhan tahun ikut berjualan dengan Pa Atam.
Di sini bisa dipesan tulang rawan ayam. Biasanya tidak ditawarkan jika tidak memintanya terlebih dahulu. Keberadaan tulang rawan ini menjadi ciri khas dari bubur ayam Pa Atam. Banyak pelanggan yang mengaku tulang rawan ini merupakan magnet sehingga ingin kembali mencicipinya. Erwin mengatakan saat ini bubur ayam Pa Atam sudah membuka cabang baru di seberang Pasar Cihaurgeulis. "Bukanya sama mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB," ujarnya sambil menyebutkan harga seporsi bubur Rp 13 ribu.

Tak jauh dari Pasar Cihaurgeulis, Bubur Jalaprang, merupakan menu malam yang hampir sama bukanya hingga tengah malam. Di lokasi ini juga pelanggan setia selalu mampir mulai malam menjelang tengah malam. Hanya saja bubur Jalaprang ini buka hingga pukul 23.00 WIB. Bubur Jalaprang lebih kental dengan nuansa bubur Priangan Timur. Bagi pelanggan yang berasal dari Priangan Timur tentu akan merasakan suasana sarapan di kampung halaman mereka. Lokasinya berada di Jalan Jalaprang sekitar 50 meter sebelah kiri ketika masuk dari Jalan Surapati tak jauh dari kantor Imigrasi. Penampakannya sederhana berupa gerobak dan warung tenda, namun cukup melindungi ketika gerimis atau hujan turun. Harga bubur ayam Jalaprang Rp 10 ribu per porsinya.

Bertolak ke sebelah selatan, di Jalan Pungkur, suasana malam akan terasa ramai persis di dekat lokasi Nasi Kuning Pungkur. Di lokasi ini juga terdapat bubur ayam Pungkur dan susu murni. Jadi lebih banyak pilihan menu untuk begadang atau pengantar tidur.

Nasi kuning Pungkur juga telah memiliki banyak pelanggan. Lokasi ini ramai mulai malam, tengah malam, hingga menjelang dini hari. Penampakannya pun hampir sama berupa warung tenda meja dan kursi plastik sederhana. Menu utama yang ditawarkan berupa nasi kuning. Hampir sama seperti kebanyakan nasi kuning yang dijual pagi untuk sarapan.
Hal yang membedakan adalah teman lauk untuk nasi kuningnya. Di sini terdapat beberapa pasangan menu untuk nasi kuning. Satu yang terkenal adalah bala-bala panas. Bagi yang kurang suka dengan bala-bala ada batagor sambal kacang. Tidak hanya sampai di situ, ada juga rendang dan semur jengkol. Tidak jarang mereka mengkombinasikan beragam teman nasi kuning ini ke dalam satu piring. Alhasil suasana nongkrong menjadi lebih semangat dengan selera masing- masing. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung mengambil teman nasi kuning dan jumlahnya berapa.(*)

Penulis: fam
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help