Tips Usaha dari Mahasiswa Bandung Agar Bisa Bantu Biaya Kuliah

Potret buat kamu menerima rata-rata 4-6 pesanan per minggu dengan penghasilan sekitar Rp 2-3 juta per bulan.

Tips Usaha dari Mahasiswa Bandung Agar Bisa Bantu Biaya Kuliah
tribunjabar
Pengusaha Potretbuatkamu Gilang dan Laila

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Menjadi pengusaha muda selagi kuliah dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar mengelola waktu secara profesional. Selain itu, menjalani usaha yang sesuai dengan hobi juga bisa menjadi wadah meningkatkan keterampilan yang berpenghasilan.

Mahasiswi Manajemen Komunikasi, Liya Tsabitah (21), adalah salah satu pengusaha muda yang bergerak di bidang jasa karya artistik dan fashion perempuan. Liya menamakan produk usaha jasa artistiknya Cabeart dan produk pakaiannya Kaaona.

Jasa karya artistik Cabeart lebih terfokus pada seni doodle, coretan gambar lucu berbentuk mini nan unik. Cabeart biasa menerima pesanan untuk kado ulang tahun, kado peringatan hari jadian, atau kado wisuda. Liya sudah menjalani usaha Cabeart ini sejak 2012.

"Instagram fokusnya, sebenernya Cabeart ada twitter sama FB (facebook) cuma berhubung aku mengurus ini seorang diri jadi keteteran," ujar Liya melalui Line saat ditanya tentang cara pemasaran produknya.

Kaaona juga menggunakan cara pemasaran yang serupa, yakni melalui media sosial instagram dan Line. Bedanya, Liya tidak mengurus Kaoona seorang diri. Ia sudah mempekerjakan dua karyawan untuk menjahit produk-produk pakaiannya.

"Alhamdulillah aku udah lepas uang jajan orang tua sejak setahun yang lalu aku fokus Kaoona dan sekarang fokusin ke Cabeart. Lumayan lah kalau belanja udah pake duit sendiri mulai dari beli sepatu sampai dapet HP ini," kata Liya seraya menunjukkan ponsel i-phone 6s yang kerap ia gunakan untuk membantu usahanya.

Omset Cabeart saat ini sekitar Rp 5-8 juta per bulan dengan rata-rata jumlah pesanan 40 produk setiap minggu. Sementara omset Kaaona sekarang mencapai Rp 3-4 juta per bulan dengan jumlah produksi terbanyak 60 potong setiap bulannya.

Hampir sama seperti Liya, mahasiswa Universitas Telkom Bandung Gilang Ramadhan (21) menjalani usaha Potretbuatkamu. Usaha yang dijalani Gilang juga bergerak di bidang jasa karya artistik yang fokus pada vektor potret realis. Pemasaran produknya pun melalui media sosial Instagram dan Line.

"Awalnya ngelakuin hal yang disuka aja, salah satunya menggambar potret wajah manusia, baik itu tokoh-tokoh yang dikagumi atau teman dekat. Lama-lama sadar kalau hobi ini bisa menghasilkan sesuatu, dari situl baru jreng-jreng," ujar Gilang.

Potretbuatkamu menerima rata-rata 4-6 pesanan per minggu dengan penghasilan sektiar Rp 2-3 juta per bulan. Karena Potretbuat kamu dijalani berdua dengan rekannya, Laila Rachmawati (21) mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Gilang membagi penghasilannya tersebut. Dengan penghasilannya itu, ia bisa menambah uang jajan dan keperluan kuliah.

Baik Liya maupun Gilang berbagi cerita soal cara mereka membagi waktu antara kuliah, kesibukan organisasi, dan usaha. Liya baru bisa fokus mengelola usahanya pada waktu Maghrib hingga pukul 23.00 WIB setelah siangnya aktif kuliah dan berorganisasi di kampus. Liya baru benar-benar fokus menjalani usahanya pada akhir pekan. Terkadang, karena kesibukan kuliah dan organisasi, Liya terpaksa menolak pesanan. Tak jarang pula Liya terpaksa begadang untuk menjalani usahanya tersebut.

Sementara itu, Gilang sebisa mungkin membagi pekerjaan dengan adil dengan rekannya, Laila. Membatasi jumlah pesanan menjadi salah satu cara Gilang membagi waktu antara kuliah dan usaha.

"Coba! Gue sering banget melihat mahasiswa yang banyak rencana, konsep, atau ide tapi nggak direalisasikan, atau Cuma menggunakan itu buat acara-acara danus (dana usaha) kampus yang sementara. Padahal itu peluang usaha buat mereka," kata Liya membagikan tipsnya.(tj3)

Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved