Pembongkaran Rumah

Ridwan Kamil: Tidak Mungkin Rumah Ditertibkan Tanpa Solusi, Ada Warga yang Tak Mau Mengerti

Sebagian besar sudah pindah, namun ada sebagian kecil yang tidak mau memahami

Ridwan Kamil: Tidak Mungkin Rumah Ditertibkan Tanpa Solusi, Ada Warga yang Tak Mau Mengerti
Infografis Penggusuran 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan tanggapan terkait pembongkaran sejumlah rumah bedengyang berada di Jalan Karawang, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (6/10/2016) pagi.

Ridwan Kamil yang sedang melakukan lawatan ke luar negeri, melalui akun facebook, mengatakan telah mengamati pemberitaan media di Bandung yang menyoroti soal penggusuran rumah-rumah bedeng. Ia mengatakan, jauh sebelum eksekusi itu dilakukan, pihaknya telah memberikan solusi dan ruang dialog kepada warga.

"Tidaklah mungkin ditertibkan tanpa diberi solusi yang sesuai hukum. Namun selalu ada yang tidak mau mengerti dan akhirnya menjadi drama dalam penertiban," kata Ridwan Kamil melalui akun facebook-nya, Jumat (7/10).

Menurutnya, warga Kebon Waru juga sudah diberi solusi pindah ke Apartemen Ranca Cili.

"Dan nanti diberi prioritas pindah ke apartemen Paldam yang tahun depan mulai dibangun. Sebagian besar sudah pindah, namun ada sebagian kecil yang tidak mau memahami," katanya.

Ridwan Kamil memberikan contoh solusi yang diberikan kepada warha Kampung Siliwangi yang kampungnya dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Mereka sudah dipindahkan dan tinggal dengan baik di apartemen Sadang Serang.

"Dan banyak contoh, jika kampungnya kumuh namun legal, Pemkot pasti menata di lokasin dengan perbaikan Rutilahu dan perbaikan infrastruktur kampungnya," katanya.

Wali Kota meminta masyarakat untuk melihat dan mengerti bagan berpikir Pemkot Bandung dalam pengentasan kekumuhan kota. Dalam postingan di Facebook, Ridwan Kamil pun menyertakan gambar bagan urutan Pemkot Bandung melakukan penertiban.

Diberitakan sebelumnya, sumpah serapah untuk Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, terlontar di Jalan Karawang, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (6/10/2016) pagi. Cacian itu terlontar dari mulut warga yang rumahnya dibongkar paksa sejak pukul 09.00 WIB.

Cacian itu dilontarkan anak-anak dan ibu-ibu. Mereka tak terima rumah berdinding kayu miliknya diratakan dengan alat berat. Setidaknya 30 bangunan bedeng yang dihuni 52 kepala keluarga (KK) itu rata dengan tanah.

"Kayak gini mau nyalon lagi. Bisanya cuman pencitraan saja," ujar seorang wanita dengan emosi.

Pembongkaran itu juga diwarnai aksi saling dorong antara warga dan polisi. Namun aksi tersebut berhasil diredam sehingga tak berujung bentrok. Sejumlah warga pun sempat jatuh pingsan melihat bedengnya dibongkar. Teriakan nangis histeris pun terdengar di tengah-tengah erumunan warga.

Informasi yang dihimpun Tribun, bedeng milik warga itu berdiri di atas tanah milik pemerintah Kota Bandung. Rencananya di atas tanah tersebut akan didirikan apartemen rakyat. Namun mereka mendirikan bedeng setelah rumahnya dibongkar paksa pada Agustus 2015.

Mereka merupakan warga yang pernah tinggal tak jauh dari bedeng-bedeng tersebut. Mereka menolak relokasi karena beberapa alasan sehingga memilih bertahan dan mendirikan bedeng. Satu di antaranya penggantian ganti rugi terhadap rumah mereka pada pembongkaran pertama. (dia)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help