Success Story

Kanan Studio, Berawal dari Kesamaan Suka Mendesain

EMPAT orang mahasiswa merintis usaha desain grafis dan motion graphic bernama Kanan Studio pada Maret 2015.

Kanan Studio, Berawal dari Kesamaan Suka Mendesain
Istimewa
Kanan Studio

EMPAT orang mahasiswa merintis usaha desain grafis dan motion graphic bernama Kanan Studio pada Maret 2015. Mereka adalah Ria Kartika, Qoonita, Dian Chairunisa, dan Fakhrul Azharie, mahasiswa dari Universitas Padjadjaran. Waktu berjalan hingga saat ini sudah ada 12 pengusaha desain tergabung di Kanan Studio. Tak tanggung-tanggung omzet yang didapat dari usaha ini bisa mencapai sekitar Rp 20 juta per bulan.

Salah seorang pendiri Kanan Studio, Ria Kartika (22), mengatakan, nama Kanan Studio memiliki tiga filosofi. Pertama, otak kanan yang identik dengan seni dan kreativitas. Kedua, kanan dalam bahasa Inggris adalah right, yang dapat diartikan sebagai tepat, benar, dan baik. Ketiga, filosofi dalam Alquran terkait golongan orang kanan.

"Awalnya kami tergabung dalam lembaga dakwah kampus yang juga sama-sama menyukai desain grafis. Karena banyak yang tahu kami bisa desain, banyak yang minta dibuatkan desain. Berawal dari sana, salah satu dari kami menginisiasi bahwa karya tersebut perlu diapresiasi sehingga membutuhkan wadah untuk apresiasi tersebut, lalu terbentuklah Kanan Studio," ujarnya.

Produk yang ditawarkan Kanan Studio mulai dari jasa desain grafis, branding identity seperti logo, desain kemasan, selebaran sampai pembuatan company profile (compro) dalam bentuk motion graphic. Biasanya yang menjadi klien Kanan Studio adalah organisasi yang perlu publikasi mengenai acaranya, kebanyakan meminta desain poster.

Ada juga klien perseorangan, misalnya untuk pemesanan desain undangan pernikahan dalam bentuk motion graphic atau desain undangan yang sesuai dengan keinginan klien.

"Untuk poster publikasi kami hargai Rp 150 ribu, sementara poster yang jenisnya infografis kami hargai Rp 600 ribu, tapi harga itu bisa berubah sesuai dengan kesepakatan bersama dan tingkat kerumitan," ujar mahasiswa tingkat akhir itu.

Saat ini kantor Kanan Studio berada di Riung Bandung, tapi para pegiatnya sudah jarang berada di kantor karena kesibukan lainnya. Mereka biasanya menerima pesanan dan langsung mengerjakannya tidak selalu di kantor.

"Kendala yang dihadapi untuk saat ini adalah jumlah desainer tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Pernah kami kewalahan menangani beberapa proyek dalam waktu yang sama. Sekarang kami menerapkan sistem waiting list," ujarnya.

Menurut Ria biasanya ketika sudah mendapat klien, sebelum memulai tahap desain ditanyakan terlebih dahulu kepada klien apakah sudah punya referensi atau belum. Hal ini dimaksudkan agar klien lebih merasa cocok dan pas dengan hasilnya nanti sehingga hasilnya akan lebih memuaskan walaupun beberapa klien sudah sreg dengan desain dari Kanan Studio. Apabila klien belum memiliki referensi, guna memperoleh bahan grafisnya biasanya Kanan mencari referensi dari berbagai sumber. Mereka juga melihat-lihat karya orang lain yang bertebaran di situs-situs portofolio online.

"Perbedaan Kanan Studio dengan yang lainnya adalah dalam jasa pembuatan compro biasanya menggunakan format video rekaman. Konsepnya mengharuskan klien untuk ikut syuting. Kanan Studio juga menawarkan kemudahan lain atau beberapa alternatif dalam proses pembuatan video, bagaimana pihak klien bisa memiliki compro yang merepresentasikan usahanya , dengan mengefisiensikan waktu untuk syuting, mencari lokasi, atau bayar model," katanya.

Sama halnya dengan wedding invitation dalam bentuk motion graphic yang saat ini masih jarang ditemukan. Selain itu Kanan memiliki ciri khas yang konsisten dengan menggunakan gaya flat desain. (tj4)

Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help