TribunJabar/

Hari Pertama Sekolah

Selain Toko Seragam dan Buku, Penjual Meja dan Kursi Pun Raup Untung Besar

Rita mengaku mulai kebanjiran pesanan kursi dan meja sekolah sejak awal Ramadan kemarin.

Selain Toko Seragam dan Buku, Penjual Meja dan Kursi Pun Raup Untung Besar
Mumu Mujahidin
Pekerja sedang membuat kerangka kursi sekolah di bengkel toko bangunan di Kampung Cinangsi RT 4/2 Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (16/7/2016). Menjelang tahun ajaran baru permintaan kursi dan meja sekolah ikut meningkat 

Laporan Mumu Mujahidin

CILILIN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Memasuki tahun ajaran baru, selain toko seragam sekolah dan buku tulis yang diserbu pembeli, toko bangunan pun ikut meraup keuntungan.

Seperti salah satu toko bangunan Setia Asih di Kampung Cinangsi RT 4/2 Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dibanjiri pesenan kursi dan bangku sekolah dari beberapa sekolah baik PAUD, SD, SMP maupun SMA.

"Hari ini aja baru mengirim ke salah satu SD di Padalarang, dan sekarang lagi pengerjaan buat PAUD belum beres," ujar Tita Rosita (43) pemilik toko bangunan.

Rita mengaku mulai kebanjiran pesanan kursi dan meja sekolah sejak awal Ramadan kemarin. Menurutnya sejumlah sekolah banyak yang mulai memesan jauh-jauh hari agar selesai dan dapat digunakan di tahun ajaran baru, Senin (18/7/2016) besok.

"Ada yang pesen sebulan sebelum kalau banyak, kalau sedikit bisa dua minggu atau seminggu juga bisa," katanya.

Tita mengatakan memasuki tahun ajaran baru terjadi peningkatan omset toko yang mencapai 80 persen. Berbeda dengan hari-hari biasa pesenan hanya berupa pintu dan kusen bangunan saja.

"Yang pesan kursi dan bangku juga ada cuma sedikit hanya satu dua itu pun tidak banyak. Kalau sekarang yang pesen banyak bisa mencapai 20 set sampai 50 set sekali pesan," tuturnya.

Untuk satu set kursi dan bangku dengan double kursi dan satu meja dibandrol Rp 280 ribu sampai Rp 300 per set. Sementara untuk satu set dengan satu kursi dan satu meja dibandrol Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu per set.

"Kalau pelanggan kami kasih harga murah sementara untuk pembeli biasa mungkin bisa lebih mahal," katanya.

Diakuinya beberapa pembeli berasal dari Bandung, Cimahi, Lembang, Padalarang, Gununghalu dan Cililin selain itu dirinya juga memiliki pelanggan dari luar kota seperti Cikarang Bekasi. Menurutnya saat ini sejumlah harga baku juga cukup meningkat.

"Kami memakai kayu mahoni dan alba untuk jenis papannya, untuk mahoni harganya Rp 2 jutaan dan alba sekitar 1,5 juta," ujarnya. (aa)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help