Success Story

Ai Rohayati, Tekun Praktikkan Inspirasi

Ketika ia sedang mengendarai motor sekitar enam tahun lalu, di benaknya terpikir untuk bisnis makanan ringan kecimpring.

Ai Rohayati, Tekun Praktikkan Inspirasi
TRIBUN JABAR
Ai Rohayati

INSPIRASI bisnis bisa datang di mana saja dan kapan saja. Ini jugalah yang dirasakan Ai Rohayati (44). Ketika ia sedang mengendarai motor sekitar enam tahun lalu, di benaknya terpikir untuk bisnis makanan ringan kecimpring.

Ia lalu melakoni bisnis tersebut. Kini setiap bulan ia mampu memproduksi seribu bungkus kecimpring yang dipasarkan ke berbagai daerah.

Ai mengatakan, keputusan berbisnis kecimpring datang pada tahun 2010. Saat itu Ai, yang berjualan bumbu dapur di Pasar Palasari, mengalami krisis ekonomi.

"Saya waktu itu lagi pusing-pusingnya. Saya meminta petunjuk Allah Swt, bisnis apa yang harus digeluti," kata Ai kepada Tribun, Selasa (12/4).

Saat di atas motor, Ai mendapat petunjuk yang menurutnya sebagai bentuk hidayah dari Sang Pencipta. Yang ketika itu terlintas dalam pikirannya adalah memproduksi dan menjual kecimpring.

Karena menganggap ini hidayah, kecimpring buatannya diberi merek Hidayah. Ia lalu mencari tahu bagaimana membuat kecimpring bermodal dana dari program PNPM Kelurahan Turangga.

Di awal produksi, Ai sempat gagal. "Puluhan kali gagalnya. Tapi saya tidak putus asa dan tetap optimistis. Karena yakin ini petunjuk dari Allah Swt," ucap Ai.

Ai terus mencoba agar kecimpring buatannya dapat diterima masyarakat. Enam bulan trial and error dijalaninya hingga menemukan racikan yang pas.

Kesulitan lain yang sempat dirasakan oleh Ai adalah saat memasarkan. Ia rela berkeliling, mengetuk pintu-pintu untuk menawarkan kecimpring buatannya.

"Saya door to door ke saudara, ke tetangga untuk menawarkan kecimpring. Karena modal terbatas, sampai yang gagal saya jual juga ke tetangga," kenang Ai.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help