TribunJabar/

Leisure

Resep Sate Pak Kardjan di Jalan Pasirkaliki Tak Berubah Sejak 1925

Dulu ibu bapaknya yang makan ke sini. Sekarang anaknya ke sini. Pelanggan turun temurun ada

Resep Sate Pak Kardjan  di Jalan Pasirkaliki Tak Berubah Sejak 1925
Tribun Jabar
BAKAR SATE - Salah seorang karyawan Sate Pak Kardjan sedang membakar sate kambing dan buntel pesanan pelanggan di Kedai Sate Pak Kardjan, Jalan HOS Cokroaminoto, Bandung 

SATE Kardjan pertama kali beroperasi 91 tahun lalu, tepatnya pada 1925. Sate ini digagas oleh Pak Kardjan. Semula sate ini dijajakan di daerah asalnya, Klaten. Pada 1960, Sate Kardjan mulai dibuka di Jalan Pasirkaliki No 13 Bandung.

Tiga puluh tahun setelahnya, tempatnya pindah ke Jalan Pasirkaliki (HOS Cokroaminoto) No 32 hingga sekarang. Usaha sate ini kini dikelola generasi ketiga, yaitu Wulandari.

Berbicara soal rasa, sate ini tak usah diragukan lagi. Bumbu kacangnya memiliki rasa asin dan manis, terasa kacangnya. Bumbu kecapnya terasa manis, sedikit pedas, dan asam. Perpaduannya proporsional sehingga semakin melengkapi rasa di dalam daging satenya.

Salah satu menu andalan adalah sate buntel. Sate ini dibuat dari gilingan daging kambing yang dilapisi lemak tipis.

"Mulai bumbu satenya, bumbu bakarnya, tetap dipertahankan tidak pernah diubah. Kecapnya pun tak pernah berubah dari ibu saya masuk ke Bandung sampai sekarang," kata Wulandari.

Seporsi sate buntel berisi 3 tusuk, dipatok Rp 66.000. Sedangkan untuk sate  kambing, satu porsi terdiri dari 10 tusuk sate yang disajikan di atas piring yang masih panas (hot plate). Kedua bumbu disajikan terpisah di atas piring kecil. Satu piring nasi dan sepiring acar meliputi potongan tomat, kol, timun, dan irisan bawang merah. Satu tusuk sate terdiri dari tiga potong daging. Satu porsi sate kambing dibanderol  Rp 39.000. 

Di akhir pekan dan musim libur, sebanyak 2000 tusuk sate kambing bisa habis terjual. Di awal pekan, tidak kurang dari 1000 tusuk kambing terjual.

Selain di pusat, Sate Kardjan juga tersedia di Paskal Hyper Square. Anda bisa mulai menyantap Sate Kardjan dari pukul 11.00 hingga 23.00. "Setiap hari kami buka. Libur cuma dua hari di hari raya," ucap Wulandari.

"Dulu ibu bapaknya yang makan ke sini. Sekarang anaknya ke sini. Pelanggan turun temurun ada," ujarnya.

Untuk mahasiswa atau pun pelajar, Sate Kardjan dikenakan diskon sebesar 10 persen. (ee)

Editor: Adityas Annas Azhari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help