Banjir di Kabupaten Bandung

Kepala BPLHD Jawa Barat Nyatakan Ini yang Jadi Penyebab Banjir Terparah di Bandung Selatan

KONDISI lingkungan yang semakin buruk.

Kepala BPLHD Jawa Barat Nyatakan Ini yang Jadi Penyebab Banjir Terparah di Bandung Selatan
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Banjir terlihat dari atas menggenangi Kampung Bojong Asih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (13/3/2016). Meski ketinggian air sudah selutut bahkan hingga dada orang dewasa, sejumlah warga terlihat berusaha melintasi genangan banjir tersebut. Banjir kali ini merendam 15 kecamatan di Kabupaten Bandung dan merupakan banjir terbesar sejak Februari 2005 lalu. (FOTO: BUKBIS CANDRA ISMET BEY) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat menyatakan banjir yang merendam sedikitnya 15 kecamatan di Kabupaten Bandung merupakan banjir terparah yang merendam kawasan Bandung selatan pada tahun ini.

Menurut BPLHD, banjir hebat yang merendam ribuan rumah disebabkan akibat kerusakan hutan di daerah hulu Sungai Citarum.

Kepala BPLHD Jawa Barat, Anang Sudarna mengatakan kondisi lingkungan yang semakin buruk, khususnya di kawasan hulu Sungai Citarum di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari menjadi penyebab utama banjir yang disebut-sebut sebagai yang terparah pada tahun ini.

Anang menyebut kondisi kerusakan daerah hulu ini akibat maraknya perambahan hutan.

"Kondisi lingkungan hidup di daerah hulu lebih buruk karena, kawasan perambahan makin meluas. Lingkungan jadi lebih rusak," ujar Anang kepada Tribun, Senin (14/3/2016). (*)

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved