Success Story

Belajar dari Ketekunan Orang Tua

TERINSPIRASI dari ketekunan orang tua yang membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka sebuah usaha pun mulai dirintis.

Belajar dari Ketekunan Orang Tua
Istimewa
Yani Marliani

TERINSPIRASI dari ketekunan orang tua yang membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka sebuah usaha pun mulai dirintis. Sejak duduk di bangku sekolah, Yani Marliani Amd sudah memulai bisnis dengan menjual keripik kepada teman dan gurunya. Pesan kedua orang tuanya selalu ia ingat dan ia terapkan dalam menjalankan bisnis hingga hari ini.

"Dulu orang tua tercinta menjalani usaha kecil-kecilan untuk menutupi biaya kebutuhan rumah tangga. Saya pun termotivasi untuk memulai bisnis dagang keripik di sekolah tahun 2005. Merekalah yang sudah menginspirasi saya sampai detik ini, dengan mengajarkan rasa tanggung jawab, mandiri, disiplin, kerja keras, dan ibadah," ujar pemilik usaha Mahira Syariah Group ini.

Ia menceritakan Mahira Syariah memiliki logo huruf M. Pemilihan logo tersebut bukan tanpa alasan. Ada arti di balik huruf tersebut. Menurutnya, huruf M ini sangat mempunyai makna yang banyak dan berarti.

M ia artikan sebagai kata mahir, muslimah, muda, menarik, musyawarah mufakat, misi, menolong, dan memberi. Ia lantas mengartikan kata Mahira (nama anak) yang berarti mahir dalam segala bidang dengan menjalankan sebuah UKM fashion distro yang dipimpin seorang muslimah yang menciptakan produk yang menarik, kreatif, berkualitas, dan memuaskan pelanggan.

"Saya dibantu oleh tim muda, berbakat dengan menghasilkan produk dengan harga musyawarah mufakat. Kami mempunyai misi menolong dan memberi sedikit keuntungan kepada panti yatim Indonesia," katanya.

Ia mengatakan awal berdiri usahanya tersebut sekitar tahun 2012. Saat itu usaha diawali dari online shop rumahan, dan masih menjual produk orang lain. Berbagai fashion mereka jual mulai dari pakaian anak, wanita, pria, sepatu, dan tas sampai tahun 2013.

"Akhirnya saya menemukan titik dimana saya harus fokus pada satu fashion yaitu kaus distro pria dan anak-anak yang bertema nuansa religi," katanya.

Dari situ usahanya mulai memperlihatkan sinyal positif. Banyak yang tertarik dengan hasil produknya. Hal tersebut terbukti dengan mulai banyaknya pelanggan.

"Dari situ saya mulai fokus dan tekuni mulai dari pemasaran, produksi, dan keuangan. Bahkan saya tawarkan kaus-kaus partai besar juga ke perusahan perusahan, dan akhirnya saya banyak orderan," ujarnya.

Tahun 2014 ia melebarkan sayap dengan menjalankan usaha di luar dengan sewa toko dan kantor di mal Lucky Square lantai LG B15/05. Saat ini ia dibantu tiga pegawai bagian sales promotion girl dan admin. Seiring berjalannya waktu ada banyak permintaan kaus distro lainya pada akhirnya mereka memiliki lima merek kaus yangg cukup dikenal seperti merek mahira kaus muslim dewasa dan anak, merk karyblus, dan kaosaku kaus distro, merek bmd, dan fly kaus kerah. (tis)

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help