Banjir

Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor, BPBD Jabar Siapkan Satgas Khusus

Sebanyak 30 orang di kantor untuk melakukan pemantauan cuaca dan laporan yang masuk mengenai informasi kebencanaan

Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor, BPBD Jabar Siapkan Satgas Khusus
Mumu Mujahidin
Asep Saepudin (40) menunjukkan lokasi longsor tembok fondasi penahan tanah menerjang dua rumah semi permanen di Kampung Pasir Kembung RT 01/02 Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (18/12/2015). Longsor tersebut terjadi Kamis (17/12/2015) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - BPBD Provinsi Jawa Barat menyiapkan 80 personil yang masuk dalam satuan tugas (satgas) khusus penanganan bencana banjir dan bencana. Ke-80 personil memiliki kemampuan khusus sesuai tugas yang dimiliki masing-masing.

Kepala BPBD Provinsi Jabar, R Haryadi Wargadibrata, mengatakan, ke-80 sengaja disiapkan mengingat Jabar masuk status bencana banjir dan longsor hinga 4 Mei 2016. Sejumlah wilayah rawan bencana banjir dan longsor pun telah dipetakan sejak 2015.

Selain itu, jumlah bencana yang terjadi pada Februari ini mulai terlihat mengalami peningkatan lantaran curah hujan mulai tinggi.

"Dari 80 personel itu tidak semua terjun ke lapangan. Sebanyak 30 orang di kantor untuk melakukan pemantauan cuaca dan laporan yang masuk mengenai informasi kebencanaan," ujar Haryadi kepada Tribun di kantornya, Selasa (9/2/2016).

Ke-30 personil itu, tambah Haryadi, akan memantau perubahan cuaca selama 24 jam. Hasilnya akan dikaji secara cepat dan langsung melakukan validasi ke setiap daerah untuk melakukan pengecekan. Selain itu 30 personel yang berjaga secara bergantian itu menginventarisir kebutuhan logistik dan peralatan untuk daerah yang terkena bencana.

"Kami akan melengkapi apa yang tidak ada di BPBD di daerah termasuk melakukan koordinasi dengan bebragai pihak untuk menambah jumlah personil," kata Haryadi.

Adapun 50 personil lainnya, kata Haryadi, siap terjun ke lapangan yang tengah mengalami bencana. Setiap daerah yang mengalami bencana akan dikirim lima personil yang memiliki kemampuan teknis yang mumpuni.

"Kami juga mengirimkan kendaraan lima unit yang memiliki fasilitas komunikasi dengan cakupan yang cukup jauh. Ini kami lakukan karena belajar dari pengalaman penanganan bencana sebelumnya yang berdasarkan masalah yang terjadi," ujar Haryadi. (cis)

Penulis: cis
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help