Cerpen Tanti Setiawati

Kumis Raisa

AKU tidak tahu apa yang menarik dari Raisa, yang membuat Tendi begitu tergila-gila. Raisa sangat judes. Galak.

Kumis Raisa
Ilustrasi cerpen Kumis Raisa 

AKU tidak tahu apa yang menarik dari Raisa, yang membuat Tendi begitu tergila-gila. Raisa sangat judes. Galak. Aku kerap tepergok sedang menatap wajahnya, lalu dia spontan melotot dengan sorot mata yang tajam. Ia juga sering tersenyum sinis jika kami berpapasan. Bayangkan, di kantor digital agency ini, dengan teman kerja seperti dia, mana bisa bikin aku betah?

Apakah Tendi tergila-gila karena Raisa memiliki hidung yang mancung, mata yang memesona, rambut yang terurai dan sering dibiarkannya tidak terlalu rapi, syal yang selalu melilit lehernya, atau nama yang sama dengan penyanyi perempuan bersuara emas itu?

"Judesnya?" Aku menebak.

"Bisa," sahut Tendi. "Aku suka juga dengan kejudesannya."

"Kritis?" Raisa memang karyawan yang cukup kritis di sini.

"Iya, aku juga suka karena kritis menunjukkan dia cerdas."

Keningku berkerut. Mungkin batasan kecerdasan bagi kami tidak sama. Raisa sama sekali tidak cerdas dengan kejudesannya. Kritis, sih, kritis. Tapi bisa dilakukan tanpa sewot, bukan? Ya, setidaknya bagiku yang lebih menyukai perempuan ramah dan supel.

"Kalau sedang kasmaran, apa pun menurutmu pasti terlihat indah. Begitu, kan, Hen?"

"Memang. Tapi aku tetap tak paham. Kenapa perempuan judes seperti Raisa bisa membuatmu kalang kabut seperti ini."

"Ada satu hal yang membuatku ingat terus. Ah, kau pasti tertawa kalau aku sebutkan," Tendi terlihat ragu.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved