Cerpen Eko Triono

Sennacherib dan Hari Kecewa

PEMERINTAH kita sedang ingin meniru beberapa negara yang memperingati kembali Hari Kecewa, yang disebut dengan istilah berbeda...

Sennacherib dan Hari Kecewa
Ilustrasi cerpan Sennacherib dan Hari Kecewa 

PEMERINTAH kita sedang ingin meniru beberapa negara yang memperingati kembali Hari Kecewa, yang disebut dengan istilah berbeda, sesuai dengan bahasa di negara masing-masing. Namun, satu hal.

Harus diingat dan diketahui kisahnya. Bahwa Sennacherib adalah pada mula yang memikirkan kembali Hari Kecewa.

Ia penguasa di Kerajaan Assiria yang hidup antara 704-681 SM. Tercatat, suatu ketika, ia tengah mengumpulkan koleksi-koleksi kesusastraan, seni, dan warisan pemikiran dari seluruh negerinya untuk kemudian diangkut ke ibu kota, Ninive. Di antara koleksi-koleksi tua tersebut, terdapat beberapa koleksi yang menyebutkan pokok-pokok Hari Kecewa.

Ia kemudian memanggil para pemikir kerajaan.

Terjadilah disuksi tentang perlu tidaknya diaktifkan kembali Hari Kecewa. Perdebatan muncul tidak terelakkan.

Namun, saat seorang pemikir mengajukan hal-hal baik terkait dengan peringatan Hari Kecewa, Raja Sennacherib mengangguk.

Anggukan yang mengakibatkan peraturan dan sejarah.

Anggukan Raja membuat penduduk Assiria, pada masa itu, dapat disaksikan melakukan hal-hal yang ditetapkan, seperti berikut. Yaitu pada hari yang ditentukan, satu tahun sekali, mereka memasak makanan-makan terbaik, sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Mereka melakukannya sejak pagi. Hari itu diliburkan sebagai Hari Kecewa. Mereka mengenakan pakaian terbaik.

Setelahnya, dapat disaksikan, meja makan mereka penuh dengan makanan terbaik, minuman terbaik, dan sambutan terbaik untuk kekecewaan yang tak lama lagi akan tiba.

Dimulai dari sesama anggota keluarga. Perhatikan keluarga ini.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved