Banjir

Pendekatan Struktural Pemprov Jabar Terhadap Sungai Citarum Belum Optimal

PENDEKATAN struktural yang dilakukan Pemprov Jabar seperti yang dilakukan terhadap Sungai Citarum, belum sepenuhnya optimal.

Pendekatan Struktural Pemprov Jabar Terhadap Sungai Citarum Belum Optimal
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
KERUK LUMPUR CITARUM - Petugas dengan alat berat mengeruk lumpur di Sungai Citarum, Desa Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Kamis (17/9/2015). Pengerukan yang dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan itu baru menerjunkan satu unit alat berat. Tidak hanya pendangkalan yang saat ini terjadi di Sungai Citarum, tapi banyak tempat di sepanjang bantaran sungai dijadikan tempat pembuangan sampah dan banyak berdiri bangunan semi permanen dijadikan tempat berjualan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mohammad Zezen Zainal Muttaqin

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) meminta warga Jawa Barat dan Jakarta waspada terhadap potensi banjir pada akhir tahun ini serta awal tahun mendatang.

Pasalnya, pada periode tersebut, potensi curah hujan kemungkinan akan besar, sementara kondisi lingkungan pemicu banjir langganan dinilai masih belum membaik.

Menurut Aher, pendekatan struktural yang dilakukan Pemprov Jabar seperti yang dilakukan terhadap Sungai Citarum, belum sepenuhnya optimal.

Situasi tak jauh berbeda, kata Aher, juga terjadi pada aliran sungai lain pemicu banjir tahunan seperti Sungai Ciliwung dan Cisadane.

Gubernur menilai pendekatan kultural terutama memperbaiki lingkungan hulu sungai dan mengubah gaya dan pola hidup masyarakat, belum sebanding dengan pendekatan struktural yang dilakukan oleh pemerintah.

"Citarum misalnya sudah dikeruk besar-besaran dengan dana masif pemerintah tahun 2011, banjir relatif kecil pada 2012 dan 2013. Tapi tahun lalu (2014) muncul lagi," ujar gubernur di Bandung, Senin (9/11/2015).

Dijelaskan gubernur, bila dilakukan secara konsisten dan terus menerus, pendekatan kultural itu hasilnya kemungkinan baru akan terlihat paling lambat sekitar 10 tahun kemudian, tidak bisa instan.

Sebab, perbaikan daerah hulu sungai dengan penanaman pohon membutuhkan waktu cukup lama sebelum nantinya berfungsi sebagai daerah tangkapan air hujan atau daerah resapan.

Selain potensi banjir di aliran Citarum, gubernur juga mengingatkan mengenai potensi banjir Jakarta. Memasuki musim hujan akhir tahun ini, Jakarta masih berpotensi mendapat banjir kiriman dari Bogor.

Sebab, pembangunan Waduk Ciawi di kawasan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, belum rampung. (*)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help