Cerpen Siti Siamah

Bung Akar Hitam

Semua orang mengenalnya dengan panggilan Bung Akar Hitam karena dia selalu memakai gelang akar berwarna hitam seukuran kue donat.

Bung Akar Hitam
Ilustrasi Bung Akar Hitam

PRIA gagah bertampang sangar itu muncul lagi memimpin aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia. Semua orang mengenalnya dengan panggilan Bung Akar Hitam karena dia selalu memakai gelang akar berwarna hitam seukuran kue donat.

Di mana pun dia berada, yang menonjol memang gelang akar hitam yang dipakainya sehingga dia lebih dikenal sebagai Bung Akar Hitam, padahal nama aslinya adalah Bambang Sugilo.

Dengan memakai gelang akar hitam sebesar kue donat itu, Bung Akar Hitam tampak gagah dan sangar. Tinggi badannya 170 cm dan bobotnya 85 kg. Rambutnya selalu dipotong cepak mirip tentara. Kulitnya gelap. Hidungnya lebar. Sorot matanya tajam. Usianya sekitar 40 tahun, tapi masih bujangan. Sejak remaja, dia tak pernah pacaran dan tak suka main perempuan.

Tak seorang pun yang tahu dari mana Bung Akar Hitam mendapatkan gelang akar hitam yang selalu dipakainya itu. Setiap ada yang bertanya asal-usul gelang akar hitam itu, dia selalu menjawab dengan senyuman saja tanpa kata-kata. Lantas, banyak orang hanya bisa menduga-duga: gelang akar hitam miliknya itu bukan gelang sembarangan, tapi sejenis jimat bertuah.

Bahkan ada yang menduga gelang akar hitam itu berasal dari potongan akar pohon setigi yang konon pernah tumbuh di puncak Gunung Krakatau.

Menurut sebuah hikayat yang tak jelas sumbernya, konon pohon setigi semula tumbuh di surga. Ketika diusir dari surga, Nabi Adam sempat mencabut ujung akar pohon setigi untuk dijadikan gelang. Tapi setelah Nabi Adam turun di dunia, gelangnya terlepas dan jatuh di atas puncak Gunung Krakatau dan tiba-tiba bisa tumbuh menjadi sebatang pohon berwarna hitam.

Sejak dulu, Bung Akar Hitam memang ingin selalu merahasiakan asal-usul gelang akar hitam itu, biar semua orang penasaran. Memang semua orang kemudian penasaran dan hanya bisa menduga-duga bahwa gelang akar hitam itu merupakan sejenis jimat kesaktian. Dugaan itu dianggap logis karena Bung Akar Hitam adalah tokoh preman di desanya. Bahkan preman di desa-desa lain menghormatinya karena mereka pernah dikalahkan dalam perkelahian.

Bung Akar Hitam memang selalu menang dalam setiap perkelahian antarpreman di daerahnya. Tubuhnya seperti sangat kebal dan tidak merasakan sakit jika terkena pukulan dan tendangan. Semua preman yang pernah berkelahi dengannya kemudian bertekuk lutut kepadanya dan bahkan rela menjadi anak buahnya.

Bung Akar Hitam memiliki banyak anak buah di banyak desa di daerahnya. Dan jika ada kasus perkelahian antarpreman, aparat keamanan selalu memintanya untuk mendamaikan. Bahkan setiap ada warga yang menggelar pentas musik, Bung Akar Hitam diminta untuk menjaga keamanan.

Sejak era reformasi, Bung Akar Hitam sering memimpin aksi unjuk rasa tandingan. Biasanya, unjuk rasa tandingan yang dipimpinnya diikuti oleh banyak preman. Disebut unjuk rasa tandingan karena dilakukan untuk menghadapi aksi unjuk rasa yang digelar kalangan mahasiswa dan aktivis LSM. Dan sejak era reformasi memang selalu ada unjuk rasa tandingan sebagai reaksi atas munculnya aksi unjuk rasa yang memprotes atau mendukung kepentingan tertentu.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved