TribunJabar/

Tribun Health

Merugilah Jika Anda Tidak Menyukai Ikan Lele, Oh Ya? Ini Penjelasannya

Tak hanya di Asia, ikan ini juga dikonsumsi di negara-negara Afrika, Eropa dan Amerika Timur.

Merugilah Jika Anda Tidak Menyukai Ikan Lele, Oh Ya? Ini Penjelasannya
plus.google.com
Ilustrasi: Ikan Lele 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Ikan lele merupakan salah satu sajian lauk pauk yang banyak digemari. Namun, Anda harus mengetahui manfaat ikan lele dari sisi kandungan gizinya serta porsi yang tepat untuk kesehatan tubuh.

Salah satu resep ikan lele yang paling banyak dikenal di Indonesia, pecel lele. Dalam penyajiannya, ikan lele digoreng atau dibakar kemudian dilengkapi dengan sayur dan sambal.

Kandungan Gizi
Dilansir alodokter.com ikan lele atau dikenal sebagai catfish merupakan jenis yang banyak diternakkan untuk kepentingan konsumsi.

Tak hanya di Asia, ikan ini juga dikonsumsi di negara-negara Afrika, Eropa dan Amerika Timur.

Meski kualitas dan rasa lele dari berbagai negara bisa berbeda, namun ikan ini disebut-sebut memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Tiap 100 gram ikan lele mengandung energi sebesar 229 kilokalori. Kandungan protein dari lele dengan porsi itu sekitar 18 gram, karbohidrat sekitar 8 gram, serat 0,7 gram dan lemak sebesar 13 gram.

Ikan lele juga mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, serta kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan zinc. Ikan lele juga kaya kandungan vitamin D.

Ikan lele yang dikembangkan peternakan, kemungkinan mengandung merkuri lebih sedikit karena diberikan pakan khusus. Ikan lele dari peternakan juga disebut mengandung sedikit asam amino 3 tapi asam amino 6 lebih tinggi.

Konsumsi asam lemak ini diduga mampu mengurangi risiko kanker jenis tertentu, peradangan seperti rheumatoid artritis, mengurangi tingkat tekanan darah, bahkan menjaga kesehatan mental.

Meski demikian, penelitian yang dilakukan mengungkap, asam omega 6 dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Sehingga asam omega 6 meningkatkan risiko penggumpalan darah, penyakit radang usus besar, dan kanker.

Halaman
12
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Dedy Herdiana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help