Succes Story

Produk yang Dihasilkan Zaniart Tak Pernah Sama

"Alhamdulillah sampai sekarang berjalan. Saya mempertahankan karakter handmade. Lukisannya handmade," ucap Juwarasari.

Produk yang Dihasilkan Zaniart Tak Pernah Sama
TRIBUN JABAR/TAUFIK ISMAIL
Hj Juwarasari bersama koleksi produknya yang menggunakan brand Zaniart. 

DUA tahun berbisnis busana muslim, Hj Juwarasari mengeluarkan merek dan produk sendiri pada tahun 2010. Ia percaya diri untuk menjual Zaniart yang memproduksi kerudung lukis, busana muslim lukis, jumputan, aksesoris handmade dan mukena lukis.

"Alhamdulillah sampai sekarang berjalan. Saya mempertahankan karakter handmade. Lukisannya handmade," ucap Juwarasari.

Karenanya, produk yang dihasilkan oleh Zaniart tak pernah sama. Lukisan di satu kerudung, tak sama dengan lukisan di kerudung lainnya. Begitu juga dengan busana muslim.

Meski menghasilkan produk yang eksklusif, namun harga yang ditawarkan tak mahal. "Saya ingin ada syiar juga. Jadi segmen harganya menengah ke bawah," ujar Juwarasari.

Untuk terus mengenalkan produknya, Zaniart terus berkreasi dan berinovasi. Mereka juga getol mengikuti pameran. Zaniart pernah ikut pameran di Kalimantan, Sulawesi hingga Malaysia.

Sejak tahun 2010 hingga sekarang, Zaniart juga diundang untuk ikut serta di Inacraft. Ada kebanggaan tersendiri bagi Juwarasari berpameran di Inacraft.(tis)

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved