Wisata Bahari Pangandaran
Pantai Pangandaran, Datang dan Nikmati Deburan Ombak yang Ramah
Jika kebetulan Anda datang di pagi hari, maka sajian indahnya matahari terbit dapat dinikmati.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.CO.ID - Matahari baru saja menyingkap hawa dingin. Warna kuring dan oranye pun masih menggantung di langit sebelah timur, bak sebuah cincin yang terlihat setengah. Sorot sinar matahari pagi mengundang orang-orang bergegas menginggalkan hotel dan penginapan di pinggiran Pantai Pangandaran. Bermain air pantai yang bergerak tenang, pelan, dan sesekali dibuat gemuruh oleh deburan ombak kecil adalah aktivitas pagi yang menyenangkan.
Asep (45), Sri Hastuti (40), dan kedua anak mereka, Sheby dan Desi, datang ke tepian laut ketika orang-orang sudah sibuk membasahi pakaiannya. Mereka tak berpikir lama untuk bergabung dengan wisatwan lain yang sengaja mengunjungi Pantai Pangandaran di hari libur peringatan Hari Ulangtahun Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia, yang jatuh pada Senin, 17 Agustus 2015.
"Refreshing, melihat pantai rasanya sejuk, menyenangkan," kata Hastuti, warga Kota Bandung.
Pagi itu Sheby yang masih berusia empat tahun, sibuk bermain pasir, membuat bentuk serupa rumah. Pakaiannya basah setelah dijilat deburan ombak. Kedua orangtuanya memilih menikmati air pantai dengan menenggelamkan kaki-kaki mereka ke air. Mereka tidak berenang seperti kebanyakan para pengunjung lainnya.
"Kami mengawasi anak-anak. Berenang nanti saja," kata Asep.
Pantai Pangandaran yang masuk dalam kawasan wisata Pangandaran, berlokasi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, merupakan objek wisata yang banyak digemari keluarga untuk berlibur dan berkumpul.
Pada momen khsuus, seperti pada malam pergantian tahun, libur hari raya Idulfitri, liburan sekolah, dan pada gelaran festival internasional, tempat ini sesak oleh pengunjung. Tidak hanya datang dari daerah-daerah di Jawa Barat, tapi juga datang dari Jakarta, Jawa Tengah, dan luar Jawa. Turis mancanegara pun berseliweran di sana.
Apa yang menarik dari Pantai Pangandaran sehinga menjadi tempat favorit untuk liburan keluarga? Objek wisata tempat kelahiran Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti ini ramai dikunjungi wisatawan karena memiliki beragam kegiatan wisata pantai yang menyenangkan, di antaranya berenang, perahu pesiar, memancing, berkeliling dengan sepeda, para sailing, jet ski, bermain pasir, dan memiliki air yang jernih dan bersih. Pantai ini aman untuk aktivitas berenang karena memiliki waktu yang relatif lama antara kondisi air laut pasang dan kondisi surut. Selain faktor alam yang bersahabat, Pantai Pangandaran terasa aman karena ada tim penyelamat yang wara wiri di sepanjang pantai, mengawasi kegiatan pengunjung.
Jika kebetulan Anda datang di pagi hari, maka sajian indahnya matahari terbit dapat dinikmati. Keindahan matahari terbenam pun secara gamblang dapat Anda saksikan dari pantai Barat. Taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona juga menjadi daya tarik objek wisata ini.
Kelebihan lainnya, selain menjadi objek wisata berbiaya murah, Pantai Pangandaran didukung infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Anda yang datang dari luar daerah tidak perlu bingung untuk bermalam. Di sana banyak dijumpai hotel-hotel dan penginapan dengan ongkos yang bisa disesuaikan dengan isi kantong, mulai dari yang mahal hingga kelas murah pun tersedia.
Jika Anda membawa rombongan dalam jumlah besar, tidak perlu khawatir kesulitan mencari tempat untuk memarkir bus dan puluhan mobil karena di Pangandaran tersedia tempat parkir yang luas. Selain alasan itu semua, Pangandaran adalah objek wisata yang sangat mudah diakses karena tersedia banyak moda transportasi menuju ke sana.
Transportasi
Bagaiamana Anda bisa sampai ke kawasan wisata Pangandaran? Tidak usah bingung. Kini untuk sampai ke Pangandaran dapat ditempuh dengan banyak cara dan mudah karena tersedia banyak moda transpotasi ke sana.
Cara pertama, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk melewati jarak tempuh Bandung- Pangandaran sekitar 236 kilometer. Perjalanan ini bisa ditemuh dalam waktu enam jam.