Perdagangan Manusia

Kejahatan Berkaitan dengan Perdagangan Manusia di Cianjur Meningkat

Seperti perkosaan, ajakan bekerja yang tidak jelas, serta pendidikan yang tidak merata

Kejahatan Berkaitan dengan Perdagangan Manusia di Cianjur Meningkat
TRIBUN JABAR/DIAN NUGRAHA RAMADANI
SHANDRA Woworuntu (duduk berkacamata) sedang membicaraakan kerajinan tangan dengan ibu-ibu kader di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Jumat (4/9/2015). 

‎CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebuah lembaga non-pemerintah asal Amerika yang concern pada persoalan-persoalan Human Trafficking atau perdagangan manusia, Mentari, menyoroti Cianjur sebagai daerah dengan tingkat perdagangan manusia tinggi.

Shandra Woworuntu sang pendiri menuturkan, dari dua tahun penelitian yang Dia lakukan di wilayah Cisarua, Bogor, dan Cipanas, Cianjur, dia berkesimpulan bahwa secara geografis, Cianjur adalah lintasan, yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Bandung atau Jakarta-Sukabumi-Bandung dan sebaliknya.

"Saya bukan sekali ke daerah ini (Cianjur) dan kami menilai, perlu sekali kami turut terlibat dalam pencegahan-pecegahan dini terhadap perdagangan manusia di sini," ujar Shandra di Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Cianjur, Jumat (4/9/2015).

Menurut Shandra yang mantan korban perdagangan manusia itu, persentase perdagangan manusia di Cianjur menurun. Namun, kejahatan-kejahatan yang dapat mengarah ke perdagangan manusia meningkat. "Seperti perkosaan, ajakan bekerja yang tidak jelas, serta pendidikan yang tidak merata," ujar Shandra.

Ke Cianjur, Shandra tidak sendiri, dia datang bersama Vice President Yayasan Mentari, Rico Randals, Executive Director Causavision Natsuko Utsumi dan beberapa orang lainnya. (ram)

Penulis: Dian Nugraha Ramdani
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help