Kuliner Bandung

Nikmati Kreasi Rasa Tradisional Burger Singkong

Singkong seberat 50 hingga 70 gram diparut kasar lalu dikukus, ala penyajian sawut (iris tipis ala kweatiaw). Dikukus hingga menempel dengan alami,

Nikmati Kreasi Rasa Tradisional Burger Singkong
ARDHI NUGRAHA WAHID

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - BANYAK hotel menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ini dengan menyajikan menu tradisional, salah satunya Hotel Santika, Jalan Sumatra 52-54, Bandung. Di restoran Pandan Wangi, terdapat satu sajian yang menyediakan cita rasa tradisional Indonesia dengan penyajian modern, yaitu burger singkong.

Burger yang biasanya disajikan dengan roti pada bagian atas dan bawahnya, di Pandan Wangi digantikan dengan singkong.

"Singkong seberat 50 hingga 70 gram diparut kasar lalu dikukus, ala penyajian sawut (iris tipis ala kweatiaw). Dikukus hingga menempel dengan alami," ujar Moechtarom, Chef De Party Hotel Santika.

Hasilnya adalah lapisan burger yang terlihat unik, mirip dengan gulungan mi kweatiaw berbentuk bundar. Warna keemasan pun menambah presentasi menarik dari singkong, yang tampaknta berasal dari penggunaan bahan kaldu ayam bubuk dalam adonan.

"Selebihnya menggunakan daging sapi cincang seberat 30 gram, selada bokor, dan tomat. Burger singkong ini disajikan untuk porsi dua orang," tambah koki yang suka bertualang ke banyak daerah di Indonesia.

Burger dengan total berat 150 gram ini menyajikan rasa yang unik. Manisnya singkong yang alami berpadu lengketnya adonan. Ketika dilahap, tekstur terasa kenyal renyah, tidak hancur ala adonan kue. Rasa singkong pun sangat terasa, diselingi dengan aroma khas singkong.

Daging tersedia justru dengan tekstur yang lebih padat. Kenyal dengan potongan daging yang masih terasa kenyalnya, menyajikan rasa asam yang cukup kuat. Rasa asam ini bukan hanya berasal dari daging, namun diperkuat oleh rasa santan, kari bubuk, dan tepung sagu.

"Daging lalu diolah dengan tingkat matang sedang," ujar Moechtarom, yang sudah berkecimpung sebagai koki professional selama 25 tahun.

Sebagai penambah kesegaran sajian burger, tomat dan selada bokor tersedia dengan tekstur renyah alami. Menggunakan bahan lokal sepenuhnya, saus dan mayonnaise yang biasanya menemani burger diganti dengan rujak buah. "Rujak buah ditujukan untuk mengganti coslow salad," tambah Moechtarom.

Rasa manis asam ala mangga, tercampur dalam pedasnya sambal yang menyelimuti irisan tipis memanjang kol dan timun. Rasa pedas manis ala rujak dapat mengurangi rasa yang cukup kuat dari sajian burger.

Sajian burger yang unik ini dapat dipesan selama bulan Agustus dengan kisaran harga Rp 100.000 untuk setiap pesanan di Pandan Wangi. (cr3)

Penulis: cr3
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved