Selasa, 14 April 2026

Pedagang Daging Sapi Mogok

Harga Daging Ayam Naik Setelah Daging Sapi Menghilang di Pasar

Di Kota Bandung ada 184 pedagang daging sapi, semuanya libur, tapi ada operasi pasar jadi daging sapi ada walau tidak seluruh pasar

Penulis: Tiah SM | Editor: Kisdiantoro

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Aksi mogok pedagang daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI) tidak otomatis daging sapi menghilang dari pasaran. Bulog Jabar menggelar operasi pasar daging sapi di 7 Pasar Kota Bandung.

"Mogoknya Adapsi berjualan ada pengaruhnya karena operasi pasar daging sapi tidak digelar di semua pasar sehingga ada beberapa pasar yang tidak ada daging sapi," ujar Direktur Utama PD Pasar Bermartabat, Rinal Siswandi saat Operasi pasar di Pasar Kosambi, Selasa, (11/08/2015).

Rinal memastikan sudah tiga hari mogok menyebabkan 21 pasar di Kota Bandung tidak ada satu pun kios daging sapi yang buka. Diprediksi aksi mogok jualan akan tetap konsisten hingga Rabu, 12 Agustus 2015, sesuai edaran dari APDASI.

"Di Kota Bandung ada 184 pedagang daging sapi, semuanya libur, tapi ada operasi pasar jadi daging sapi ada walau tidak seluruh pasar," ujar Rinal.

Dampak kelangkaan daging sapi menyebabkan sebagian besar warga Kota Bandung beralih mengonsumsi daging ayam.

"Ada tren bergeser dari mengonsumsi daging sapi ke daging ayam karena ada lonjakan penjualan daging ayam," ujar Rinal.

Menurut Rinal tingginya permintaan daging ayam di Kota Bandung membuat harga daging naik mencapai Rp. 10.000 per kilogram.

"Harga daging ayam semula Rp.30.000/kg menjadi Rp.38.000 bahkan sampai menembus Rp. 40.000," ujar Rinal. (tsm)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved