Batik

Cianjur Raih Penghargaan Berkat Batik

Kabupaten Cianjur untuk pertama kalinya menjadi daerah di Jawa Barat (Jabar) yang meraih penghargaan dari Pusat Penghargaan Indonesia (PPI).

Cianjur Raih Penghargaan Berkat Batik
TRIBUN JABAR / TEUKU MUH GUCI S
MOTIF GUNUNG PADANG - Tia Saidatirrahmah (18), mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Cianjur, mengumpulkan batik Cianjuran motif Gunung Padang hasil karyanya di kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Cianjur, Jalan Slamet Riadi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Senin (15/12). Tia mengikuti lomba motif Gunung Padang yang diselenggarakan Koperasi Batik Beasan Cianiur, Dekopinda Kabupaten Cianjur, Lembaga Pengkajian Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (LP3EM) Hibar, dan pemerintah Kabupaten Cianjur. 

CIANJUR, TRIBUN - Kabupaten Cianjur untuk pertama kalinya menjadi daerah di Jawa Barat (Jabar) yang meraih penghargaan dari Pusat Penghargaan Indonesia (PPI) untuk kategori The Best Trading of The Year karena penjualan batik khas Cianjuran. Hal itu dikatakan Ketua Bale Niaga Cianjur, Harry M Sastrakusumah, ketika ditemui di kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3).

"Ini bisa jadi sebuah hal yang cukup membanggakan bagi masyarakat Cianjur karena kita merupakan satu dari empat kabupaten di Jawa Barat yang mendapatkan sebuah penghargaan prestisius tingkat nasional," ujar Harry ketika berbincang dengan Tribun.

Harry mengatakan, penghargaan itu diterima Kabupaten Cianjur yang diwakili Bale Niaga melalui ajang Indonesia Bussines Award Winner 2015 di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat 6 Maret 2015. Menurutnya, ada 19 kota/kabupaten di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari PPI dengan berbagai kategori.

"Kami sendiri sebenarnya tidak menyangka karena bisa dinyatakan sebagai salah satu pemenang dalam katergori tersebut. Apalagi Batik Cianjuran sendiri itu sebenarnya masih seumur jagung," ujar Harry.

Menurut Harry, faktor utama Kabupaten Cianjur mendapatkan penghargaan itu dipicu tingginya upaya pelestarian Batik Cianjuran. Meski batik khas Cianjur itu baru seumur jagung, batik karya warga Kabupaten Cianjur ternyata mendapatkan perhatian dan pengakuan yang cukup tinggi di tingkat nasional.

"Selain itu kesadaran masyarakatnya dalam menggunakan batik juga sudah tinggi meski belum 100 persen. Hal itu bisa dilihat dari seragam batik di tingkat SD sampai dewasa. Desainnya sendiri merupakan hasil karya siswa. Terakhir murid PAUD dan TK yang membuat desain batik untuk seragam mereka sendiri," ujar Harry.

Dengan adanya penghargaan itu, ujar Harry, warga Kabupaten Cianjur harus lebih termotivasi untuk terus melestarikan batik khas Cianjuran. Bukan hanya di Kabupaten Cianjur saja, melainkan hingga ke tingkat nasional. Penghargaan itu pun sebagai bukti jika Batik Cianjuran memiliki potensi yang cukup tinggi dan tidak kalah dengan kota penghasil batik lainnya, yakni Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan Cirebon.

"Kami pada akan melakukan pelatiahan membatik di 32 kecamatan yang dimulai 26 Maret 2015 nanti. Pelaksanaannya satu minggu untuk satu kecamatan. Masing-masing kecamatan pelatihannya tiga hari," ujar Harry. (cis)

Penulis: cis
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved