TribunJabar/

Gas 3 Kg Langka

Pembeli Gas 3 Kg di Kota Bandung Harus Pakai KTP

"Kuota Kota Bandung sebanyak 62 ribu tabung gas 3 kg per hari, jadi dengan penambahan kuota ini menjadi sekitar 93 ribu per hari," ujar Erik.

Pembeli Gas 3 Kg di Kota Bandung Harus Pakai KTP
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Sejumlah pengecer menunggu dipanggil mendapat gas 3 kg saat membeli di Pangkalan Gas 3 Kg PT Mega Harapan Abadi, Jalan Terusan Cibaduyut, Kabupaten Bandung, Kamis (8/5/2014). Berdasarkan keterangan dari para pengecer pendistribusian gas 3 kg ke pangkalan ini sudah kembali normal. Para pengecer sudah bisa mendapat gas di pangkalan jauh lebih banyak tidak seperti hari-hari sebelumnya yang jauh dibatasi akibat persediaan terbatas. 

BANDUNG, TRIBUN - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan gas 3 kg di Kota Bandung menjadi langka karena banyak dibeli oleh warga luar Kota Bandung. "Hasil penelusuran kuota gas 3 Kg Kota Bandung banyak dibeli warga luar Kota Bandung sehingga gas 3 kg jadi langka di Kota Bandung," ujar Emil sapaan Ridwan Kamil di Pendopo, Sabtu (28/2).

Menurut Emil, solusinya kekurangan gas 3 kg di Kota Bandung minta tambahan kouta. "Pemkot Bandung sudah minta tambah kuota selain itu agar tidak dibeli warga luar Kota Bandung maka yang beli gas harus pakai KTP," ujar Emil.

Emil berharap dengan ditambahnya kuota untuk Kota Bandung, harga gas elpiji bisa dikendalikan karena jika langka otomatis harga naik..
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bandung, Erik M. Ataurik mengatakan kouta Kota Bandung sudah ditambah 50 persen per hari.

"Kuota Kota Bandung sebanyak 62 ribu tabung gas 3 kg per hari, jadi dengan penambahan kuota ini menjadi sekitar 93 ribu per hari," ujar Erik.

Menurut Erik, penambahan gas 3 kg sudah berjalan selama dua hari, dan pada hari Senin dan Selasa akan ada evaluasi.Dari evaluasi akan
diketahui, efek dari penambahan kuota ini.

"Mahalnya harga gas 3 kg selain dibeli warga luar kota Bandung juga ada aksi borong dari warga Kota Bandung sendiri. Yang biasanya hanya menyiapkan satu gas, sekarang jadi dua sampai tiga tabung," ujar Erik.

Menurut Erik, tingkat kesulitan pengendalian pembelian ada di pengecer, karena untuk tingkat agen lebih bisa dikendalikan. Karenanya, kemungkinan, akan diberlakukan pembelian berdasarkan KTP Kota Bandung. Hal ini sama dengan yang diberlakukan Dinas Pertanian, untuk warga yang ingin membeli beras murah. (tsm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help