TribunJabar/

Sorot

Good Job, Jokowi

SETELAH empat minggu yang gamang dan penuh ketidakpastian,Presiden Joko Widodo akhirnya...

Good Job, Jokowi
DOKUMENTASI
Arief Permadi, Wartawan Tribun

SETELAH empat minggu yang gamang dan penuh ketidakpastian, Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan soal kelanjutan pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Kemarin, didampingi Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, Presiden mengumumkan pembatalan pelantikan Komjen Budi sebagai Kapolri, sekaligus menunjuk Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sebagai calon baru Kapolri.

Bola panas beralih ke DPR. Sebab, sesuai aturan, semua calon Kapolri yang diajukan Presiden harus terlebih dahulu lulus uji kelayakan yang dilakukan oleh DPR RI.

Keputusan Jokowi membatalkan calon tunggal yang diajukannya sendiri dan disetujui oleh DPR tentu menjadi tamparan bagi dewan. Junimart Girsang, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan bahkan menilai pembatalan Komjen Budi sebagai Kapolri adalah contempt of parlement alias penghinaan terhadap parlemen. Presiden, ujarnya, tak punya landasan hukum menggugurkan Komjen Budi sebagai Kapolri.

Pekan lalu, pernyataan senada dilontarkan Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar. Menurutnya, tindakan Presiden tak jadi melantik Komjen Budi bukan saja menjadi penghinaan terhadap DPR, melainkan juga menampar DPR dua kali.

"Tamparan pertama adalah tindakan Presiden yang tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri padahal Presiden sendiri yang meminta. Tamparan kedua, tindakan Presiden yang tiba-tiba mengajukan calon baru seolah-olah DPR hanya dianggap tukang stempel saja," ujarnya.

"Pimpinan DPR harus bersikap tegas dan lugas menolak pengusulan nama baru calon Kapolri oleh Presiden. Karena di pundaknyalah marwah dan kehormatan DPR dipertaruhkan."

Namun, seperti ditulis di awal, bola panas sudah beralih ke DPR. Tergantung DPR, memberi persetujuan atau mempermasalahkannya dengan alasan marwah dan kehormatan DPR. Langkah Jokowi mengulur waktu pengumuman putusan hingga kemarin siang, sebenarnya juga upaya Jokowi menjaga DPR agar tak terlalu kehilangan muka, sekaligus menunjukkan kelihaiannya "bermain catur".

Kemarin, saat putusan diumumkan adalah masa sidang II periode 2014-2015 di DPR. Dengan berakhirnya masa sidang tersebut, DPR memasuki masa reses dan kembali bertugas pada akhir Maret.

Padahal, sesuai pasal 11 UU Nomor 2 tahun 2002 ayat 3, persetujuan atau penolakan DPR terhadap usul Presiden tentang calon kapolri harus diberikan dalam jangka waktu paling lambat 20 hari terhitung sejak tanggal surat Presiden diterima DPR. Selanjutnya, ayat 4 disebutkan jika DPR tak memberi jawaban dalam waktu sebagaimana dimaksud ayat 3, calon yang diajukan Presiden dianggap disetujui oleh DPR. Ini berarti, Presiden bisa secara sah melantik calon Kapolri yang diusulkannya.

Tapi, sekali lagi, ini tergantung DPR. Bisa saja DPR melakukan uji kelayakan calon Kapolri sekalipun dalam masa reses. Namun, sekarang, DPR lah yang dibenturkan dengan rakyat jika memutuskan berbeda, misalnya menolak calon baru Kapolri yang diajukan Presiden, atau keukeuh meminta presiden melantik Komjen Budi.

Padahal, seperti kita tahu, pencalonan Komjen Budi menuai masalah karena KPK menetapkan statusnya sebagai tersangka korupsi. Susahnya, penolakan ternyata masih juga berlangsung, sekalipun pengadilan telah membatalkan status tersangka yang disandang Budi.

Hal lain yang patut diapresiasi dari putusan Presiden kemarin adalah langkahnya menonaktifkan dua pimpinan KPK, yakni Bambang Widjojanto dan Abraham Samad, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, sekaligus mengangkat tiga Plt Pimpinan KPK untuk menjaga agar upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK bisa tetap berjalan.

Tugas tak kalah berat kini ada di tangan Badrodin dan ketiga Plt Pimpinan KPK yang ditunjuk Jokowi. Benang kusut memang masih tersisa, namun setidaknya simpulnya sudah mulai terurai. Good job, Jokowi.(Arief Permadi)

Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (19/2/2015). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

//
Penulis: Arief Permadi
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help