Pembebasan Pollycarpus

Ini Tanggapan Kakanwil Kemenkumham Jabar Soal Protes Pembebasan Pollycarpus

"Yang jelas kami berpedoman pada peraturan perundangan-undangan, yang bersangkutan telah melewati 2/3 masa hukumannya dan berhak mendapatkan PB.

Ini Tanggapan Kakanwil Kemenkumham Jabar Soal Protes Pembebasan Pollycarpus
TRIBUNNEWS.COM
Pollycarpus Budihari Prijanto.

BANDUNG, TRIBUN - Banyaknya protes terhadap pembebasan bersyarat (PB) Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, Munir Said Thalib, membuat Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Danan Purnomo, angkat bicara.

Danan mengatakan, PB yang diterima Pollycarpus murni sesuai dengan aturan, proses, dan prosedur yang berlaku. Menurut Danan, adanya protes dari sejumlah pihak tentang pembebasan bersyarat bagi mantan pilot Garuda itu hak masing-masing individu.

"Yang jelas kami berpedoman pada peraturan perundangan-undangan, yang bersangkutan telah melewati 2/3 masa hukumannya dan berhak mendapatkan PB. Kami tidak bicara orang-perorang, PB seperti ini tidak hanya berlaku bagi Pollycarpus tapi juga berlaku bagi narapidana lainnya yang telah memenuhi persyaratan," kata Danan kepada wartawan di Kantor Kemenkumham Jabar di Bandung, Senin (1/12) sore.

Menurut Danan, pada proses peninjauan kembali (PK) terakhirnya Pollycarpus diputus dengan hukuman 14 tahun penjara. Pollycarpus masuk Lapas Sukamiskin pada 19 Maret 2005. Pria yang kerap berkaca mata hitam itu mendapatkan pembebasan bersayarat pada 29 November 2014.

"Selama dalam masa hukumannya Pollycarpus mendapatkan 19 kali remisi dengan total hitungan waktu mencapai 51 bulan 8 hari," kata Danan. (san)

Penulis: Ichsan
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved