Succes Story

Buah Tangan Mayang Calosa dari Negeri Ginseng

Pulang dari Korea Selatan, ia memantapkan langkahnya untuk berguru ilmu

Buah Tangan Mayang Calosa dari Negeri Ginseng
istimewa
Puspita Martha dan Mayang Calosa 

TERBANG ke negeri ginseng untuk jalan-jalan berkeliling mencari tren terbaru dari dunia kecantikan, ternyata membawa buah tangan tersendiri bagi Mayang Calosa. Bertualang di kota yang terkenal dengan K-popnya tersebut, ia menyimpulkan bahwa sulam alis merupakan satu tren kecantikan dambaan wanita saat ini.
Pulang dari Korea Selatan, ia memantapkan langkahnya untuk berguru ilmu mengenai sulam langsung dari suhunya yang didatangkan dari negara tersebut. Alumni Puspita Martha Beauty International School ini akhirnya mahir dalam menyulam alis, dan bibir. Mengaplikasikan ilmu di wedding organizer yang ia kelola bersama sang suami Aprilyanto, ia pun sukses membawa nama Mayang Calosa menjadi perbincangan di dunia fashion dan kecantikan.
"Beberapa tahun ke belakang saya terinspirasi guru saya Martha Tilaar yang mengharuskan kita untuk berbagi kepada mereka yang ingin belajar, jadi saya membuka kursus. Kursus sulam ini sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun," ujar Mayang di butik Mayang Calosa, Ruko Harmoni Kav 12, Jalan Terusan Jalan Jakarta, Bandung.
Mayang pun merasa bangga jika murid-murid kursusnya akhirnya berhasil membuka layanan riasan sendiri di berbagai tempat. Hal itu menjadi kepuasan tersendiri baginya, selain masih bisa berdiskusi dan sharing masalah kecantikan, ia pun bisa menelorkan generasi-generasi yang mahir dalam bidang kecantikan. Tidak hanya sampai membuka kursus, Mayang Calosa sendiri sudah menerbitkan buku tentang kebaya dan buku tentang aksesori kreatif yang sudah bisa didapatkan di toko buku Gramedia.
Mayang mengisahkan awal meniti karir di dunia kecantikan sudah ia rasakan sejak duduk di bangku kuliah. Saat itu Mayang terjun di dunia modeling dan advertising iklan. Dunia yang tak asing baginya karena keluarganya banyak yang berkecimpung di dunia seni. 
Bakat di dunia seni semakin terasah saat ia berkesempatan menjadi presenter acara jalan-jalan, lifestyle di sebuah stasiun televisi swasta nasional. "Saat itu sempat bolak-balik Jakarta-Bandung. Pengalaman yang berharga, dan mungkin menjadi awal saya merias orang, karena sebelum syuting suka merias beberapa teman," katanya.(*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved