TERAS

Asa Ditonjok Congcot

KEMENANGAN Persib Jumat pekan lalu menjadi hari yang istimewa tidak hanya bagi warga Kota Bandung,

KEMENANGAN Persib Jumat pekan lalu menjadi hari yang istimewa tidak hanya bagi warga Kota Bandung, tapi juga bagi warga Jawa Barat. Persib sudah menjadi milik warga Jawa Barat, pun bagi mereka yang mengembara di luar Jawa Barat. Eleh meunang Persib mah nu aing sudah menjadi ungkapan yang sedap didengar bagi para pendukungnya.
Tak heran, kemenangan dramatis melalui adu penalti melawan Persipura jadi puncak kegembiraan setelah lama dalam penantian, yaitu 19 tahun. Mulai Jumat malam, Sabtu, dan puncaknya Minggu, Kota Bandung jadi lautan manusia. Macet hampir di semua ruas jalan. Apalagi Minggu karena para pemain Persib diarak dengan bus wisata membawa trofi kebanggaan.
Konvoi hampir di sepanjang jalan, begitu juga di sepanjang pinggir jalan warga berderet, berjubel, yang sekadar penasaran ingin melihat tim kesayangannya melintas. Anak-anak, orang dewasa, laki-laki dan wanita, limpah ruah sekadar meluapkan kegembiraan. Ada yang menari, menyanyi, berteriak, berjoget, menabuh alat musik, dan ada pula yang mengecat wajah dan rambut, atau mengenakan kostum unik seperti kostum pocong, batman, atau kostum unik lainnya. Juga jadi ajang selfie bagi mereka yang gemar berfoto.
Kegembiraan tiada tara itu dalam idiom Sunda disebut asa ditonjok congcot. Artinya adalah saking gembiranya karena mendapatkan sesuatu, apakah itu barang atau apa pun bentuknya, yang memang sangat diinginkan. Jelas bahwa keinginan menjadi juara, keinginan mendapatkan trofi sebagai lambang supremasi jawara sepak bola di Indonesia, bukan sekadar keinginan para pemain Persib, tapi juga keinginan warga Jawa Barat. Dalam waktu 19 tahun kerinduan jadi juara itu terpendam, dan tahun ini bisa terwujud. Tentu bukan hanya Persib dan warga Jawa Barat, tim lain dan para pendukungnya juga mempunyai keinginan hal yang sama.
Memang sangat fantastis melihat luapan kegembiraan warga Jawa Barat yang tumplek ke Kota Bandung. Ferdinand Sinaga pun mengakui, selama pengalamannya sebagai pemain bola, mendapatkan begitu antusisasmenya menyambut kegembiraan, ia baru mendapatkannya di Persib.
Tapi yang perlu dicatat juga, selain kegembiraan, ternyata warga Jawa Barat yang menyambut kegembiraan kemenangan Persib paham dengan keamanan. Tak ada peristiwa apa pun menyangkut keamanan. Memang ada keluhan soal macet atau yang mengaku kendaraannya rusak, tapi bisa dikatakan tidak terlalu menonjol. Keadaaan ini cukup membuat aparat keamanan merasa lega karena masyarakat ternyata cukup dewasa dalam merayakan kemenangan Persib.
Bagi Persib sendiri, kemenangan dan antusiasme masyarakat Jawa Barat ini harus jadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan prestasinya, agar di tahun-tahun mendatang tidak mengalami paceklik prestasi. Memang antusiasme masyarakat itu bisa jadi beban juga. Tapi, yang harus dipahamai oleh kita semua, dalam pertandingan, kalah dan memang adalah soal biasa. Jadi jangan terlalu membebani pemain Persib harus jadi juara. Yang perlu itu adalah meningkat permainan yang fair dan cantik sehingga Persib dijuluki sebagai tim yang elegan. (*)

Penulis: cep
Editor: cep
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved