Succes Story

Mahasiswi Hasilkan Rp 15 Juta Perminggu dari Topi

USIA boleh saja muda, tapi itu bukan penghalang bagi siapa saja yang memiliki semangat bisnis

USIA boleh saja muda, tapi itu bukan penghalang bagi siapa saja yang memiliki semangat bisnis yang ingin meraih kesuksesan. Salah satu contoh yang berhasil mencapai sukses di usia muda adalah Raissa Dwi Febriani. Raissa menjadi pengusaha muda sukses lewat usaha online shop yang ia jalani sejak 2 tahun lalu. Pemilik Toko Online yang ia beri nama Lovastuffs mampu meraup omset lebih dari 15 juta rupiah perminggunya dengan menjual Bowler Hat, Beanie, Snap Bag, Floppy Hat, Fedora Hat, Bucket Hat, Fiddler Hat, Tracker Hat. Sebuah pencapaian yang sangat istimewa mengingat usianya masih terbilang muda namun telah mampu menjalankan sebuah usaha layaknya pengusaha yang berpengalaman.
Raissa yang kini berusia 22 tahun sudah cukup mampu membuat orang terdekatnya merasa kagum dengan pencapaiannya, tapi mungkin juga sebagian orang tak tahu dengan perjuangannya yang begitu keras untuk bisa menjadi pengusaha. Kisah suksesnya dalam bisnis dimulai ketika ia masih duduk di bangku kuliah di Universitas Widyatama Bandung  dengan mengambil jurusan Akuntansi. Setiap harinya, sambil kuliah ia menawarkan berbagai aksesori seperti topi dengan macam-macam jenis kepada teman-teman mahasiswa di kampusnya. Tak disangka, topi yang ia jual mulai dari harga Rp 35,000 - Rp 120,000 laris manis. Bisnis yang bisa dibilang kecil-kecilan ini ternyata pernah mampu menghasilkan omset bagi Raissa lebih dari Rp 700,000 - Rp 1 Juta per hari.
Setelah lulus, Raissa semakin terpacu dan fokus untuk mengembangkan usahanya. Langkah ini mendapat sambutan positif dari sang ibu. Raissa sering mengikuti bazar to bazar di berbagai acara untuk memasarkan produk-produk topi miliknya.
Hari demi hari kematangannya dalam berbisnis semakin terlihat. Dibuktikan dari keinginannya untuk menjadi produsen produk fashion karena keuntungannya yang lebih besar ketimbang hanya menjadi seorang reseller. Kematangan lain yang muncul adalah, ia memproduksi barang dalam jumlah yang sedikit alias limited edition. Hal tersebut dikarenakan, Raissa tak mau produknya dianggap pasaran.
Dipasarkannya lewat Media Sosial Instagram, Raisa justru mampu menggaet nama-nama artis untuk dijadikan endorse pada produknya, sebut saja artis artis seperti Sharena Gunawan, Annisa Ex Cheerybelle, Masayu Anastasia, Oxcel Dera 'Indonesian Idol', Aryani Fitiriana dan masih banyak lagi.
"Untuk Endorse, saya memang sengaja bekerja sama dengan selebritis dan juga fashion blogger Indonesia, manfaat yang darinya selain kita menjadikan mereka Endorse, kita juga mendapatkan penilaian tentang produk yang kita jual, berdasarkan pengalaman mereka saat bergelut di profesinya sebagai publik figur, tentu masalah fashion bukan hal yang asing bagi mereka, jadi mereka pun selalu memberi masukan mengenai trend dan mode yang memang bisa masuk pasar jual," Ujar Raissa kepada Tribun saat ditemui di kediamannya di Jalan Raya Awiligar, Cikutra, Bandung Sabtu (1/11).
Singkat cerita, Raissa mengatakan bahwa bisnis yang dijalaninya tersebut memang ia jalani berdasarkan rasa suka dan sesuai selera, ia menambahkan fashion dikatakannya sudah menjadi passion nya .
"Untuk berbisnis saya kira modal utamanya adalah rasa suka terhadap bisnis yang kita jalani, memang banyak juga yang iseng berbisnis pada awalnya dan bisnis yang dijalaninya tersebut bukanlah yang ia sukai, tapi bisa sukses, namun jika bisnis yang dijalani tersebut sesuai selera, dan disukai saya kira akan lebih puas, apalagi jika bisa mencapai hasil yang memuaskan dan bisa mendekati kata sukses," kata Raissa.
Sukses di usia muda membuat Raissa tak menjadi besar kepala, dibuktikan dengan dirinya selalu tetap tampil sederhana dan tidak mau dikatakan berbeda dalam artian menjadi seseorang yang 'sombong' terutama oleh orang-orang terdekatnya, seperti teman-teman dan keluarganya.
"Saya kira selain tetap menjaga keharmonisan hubungan antar sesama teman, keluarga kita harus selalu mempunyai hasrat untuk belajar setiap harinya, belajar berbisnis itu tidak harus didapatkan dari seorang pebisnis sukses saja, namun terkadang kita mendapatkan motivasi lewat ungkapan dan kata-kata yang bisa dibilang spontan tercetus dari orang lain, entah itu teman-teman atau keluarga, maka dari itu bisa meraup untung berapapun besarnya, kalau arogan bisa saja jadi ciri buruk yang tertanam pada sosok kita, apalagi dalam berbisnis kita akan banyak berinterkasi dengan banyak orang," katanya.(cr4)

Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help