Jeruk Garut Hasil Berkebun Jajang Bisa Dipanen Tanpa Mengenal Musim

Lebih dari 7.000 pohon jeruk garut di kebun Jajang dapat dipanen tanpa mengenal musim, tidak seperti pohon jeruk pada umumnya.

Jeruk Garut Hasil Berkebun Jajang Bisa Dipanen Tanpa Mengenal Musim
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Jajang memperlihatkan jeruk garut di kebunnya, Jumat (17/10/2014). 

GARUT, TRIBUN - Secercah harapan untuk kebangkitan produksi jeruk garut di tanah kelahirannya menyeruak dari kebun jeruk garut milik Jajang Rusmana di Kampung Cibolerang, Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan. Lebih dari 7.000 pohon jeruk garut di kebun Jajang dapat dipanen tanpa mengenal musim, tidak seperti pohon jeruk pada umumnya.

Tidak hanya dapat dipanen setiap hari, jangka waktu antara awal penanaman pohon jeruk garutnya sampai bisa dipanen sangat pendek. Biasanya, pohon jeruk garut mulai berbunga setelah berusia 3 tahun masa tanam. Namun, pohon-pohon jeruk garut milik Jajang sudah bisa dipanen buahnya pada usia 22 bulan atau kurang dari 2 tahun.

Untuk membuat bibit unggul yang buahnya bisa dipanen pada usia 22 bulan setelah ditanam, Jajang mengatakan dia memotong bagian akar yang disebutnya sebagai mata pancar, sepanjang 5 centimeter. Dengan bibit ini, petani tidak usah menunggu sampai 3 tahun untuk memanen jeruk garutnya.

Panen jeruk garut yang tidak mengenal musim di kebunnya pun diupayakan Jajang dengan cara rajin memotong cabang-cabang tua pohon jeruk yang sudah panen. Dengan demikian, pucuk-pucuk pohon baru akan muncul, lengkap dengan bunganya, tanpa mengenal musim.

Atas upayanya dalam berinovasi, melestarikan, dan membudidayakan jeruk garut ini, Jajang mendapat penghargaan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketua Kelompok Tani Mandiri Desa Karangsari ini diberi penghargaan sebagai Pelopor Perkebunan Buah Nusantara Skala Orchard di Indonesia di Bogor, 12 Oktober 2014.

"Alhamdulillah, semoga penghargaan ini dapat menjadi penyemangat dan motivasi bagi para petani jeruk garut. Juga memotivasi generasi muda untuk terjun ikut melestarikan jeruk garut," kata Jajang saat ditemui di kebun jeruk garutnya, Jumat (17/10). (sam)

Jajang telah banyak melakukan teknik untuk menghasilkan bibit unggul jeruk garut. Berapa banyak setiap pohon jeruk garut menghasilkan buah saat dipanen? Berita selengkapnya baca Tribun Jabar edisi cetak Sabtu (18/10/2014) besok. Follow akun twitter: @tribunjabar dan facebook: baladtribun untuk mendapatkan info terkini.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved