Timnas Gunung Padang Hentikan Penelitian

Tim Nasional (Timnas) Penelitian dan Pengelolaan Gunung Padang menghentikan penelitian terhadap situs yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campak

Timnas Gunung Padang Hentikan Penelitian
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Puncak situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Minggu (17/8/2014). 

CIANJUR, TRIBUN  - Tim Nasional (Timnas) Penelitian dan Pengelolaan Gunung Padang menghentikan penelitian terhadap situs yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, pada Rabu (1/10).

Rencananya, hasil penelitian akan dipaparkan langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, M Nuh, pada Jumat (3/10).

Sekretaris Timnas Penelitian dan Pengelolaan Gunung Padang, Erick Ridzky, mengatakan, setidaknya ada lima hal yang akan dilaporkan dan disampaikan kepada mendikbud. Di antaranya, terbuktinya struktur bangunan raksasa di bawah permukaan Gunung Padang, konfirmasi luasan situs zona inti, temuan berbagai artefak artificial (man-made).

Selain itu, pembuktian adanya empat lapisan kebudayaan pembangun Gunung Padang, dan rekomendasi penelitian lanjutan, konsep pemugaran, pelestarian dan pengelolaan Gunung Padang.

"Salah satu alasannya terkuat (rekomendasi penelitian lanjutan, konsep pemugaran, pelestarian dan pengelolaan Gunung Padang,  Red), yakni terbuktinya ada struktur bangunan raksasa di bawah Gunung Padang. Selama ini diyakini hanya ada pada permukaan situsnya saja," kata Erick kepada Tribun melalui ponsel, Rabu (1/10).

Sekadar mengingat, ada beberapa temuan timnas yang dipublikasikan kepada media mengenai hasil penelitiannya. Antara lain, artefak berbentuk kujang, artefak logam berbentuk koin, dolmen, struktur batuan berbentuk dinding, dan ratusan artefak dari batu andesit.

Setelah melaporkan hasil penelitian kepada mendikbud, lanjut Erick, timnas tetap akan melakukan riset terhadap situs Gunung Padang. Hal itu sesuai dengan tujuan dibentuknya timnas melalui surat keputusan mendikbud. Penelitian lanjutan pun akan dilakukan secara menyeluruh setelah melaporkan hasil tersebut.

"Timnas bertugas dalam hal pelestarian dan pengelolaan Gunung Padang sebagai pusat edukasi/riset, pariwisata dan budaya, serta tumbuhnya ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Erick.

Erick pun optimistis penelitian tak akan terganggu dengan pergantian pemerintah dan kabinet baru. Menurutnya, penelitian tentang budaya dari sebuah peradaban menjadi kepentingan semua elemen bangsa siapapun presidennya.

Selain itu, penelitian merupakan sebuah proses sains dan ilmu pengetahuan bukan politik. Menurutnya, mempolitisasi sebuah proses penelitian adalah sikap yang tidak beradab.

"Sekalipun Timnas dibekukan oleh pemerintahan baru, tim terpadu riset mandiri akan tetap melakukan penelitian secara mandiri kembali sebagaimana sudah dilakukan selama empat tahun ini," kata Erick. (*)

Penulis: cis
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved