Seusai Siraman Putri Sultan Ziarah ke Astana Gunung Jati
Seusai menjalani prosesi siraman di Keraton Kasepuhan, putri Sultan Sepuh XIV, RR Siti Fatimah NN bertolak ke Astana Gunung Jati.
Penulis: roh | Editor: Kisdiantoro
CIREBON, TRIBUN - Seusai menjalani prosesi siraman di Keraton Kasepuhan, putri Sultan Sepuh XIV, RR Siti Fatimah NN bertolak ke Astana Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/3). Ia didampingi orangtua, keluarga dan kerabat keraton berziarah ke makam leluhur.
Rombongan berangkat bersama-sama menggunakan kendaraan. Setibanya di Astana Gunung Jati atau Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, calon pengantin dan rombongan memanjatkan doa di depan Pintu Pasujudan (pintu ketiga dari sembilan pintu di undakan Astana Gunung Jati). Mereka juga nyekar ke cungkup Sultan Sepuh Raja Sulaiman dan cungkup Sultan Sepuh PRA Maulana Pakuningrat.
Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat mengatakan, siraman dan ziarah kubur merupakan adat tradisi keraton. Siraman melambangkan kesucian, sementara ziarah makam adalah berdoa untuk leluhur yang telah tiada.
"Dalam Islam, setiap kita hendak beribadah pasti diawali dengan membersihkan diri. Siraman juga merupakan cara membersihkan diri, dan menikah adalah bagian dari ibadah. Jadi, sebelum menikah digelar siraman terlebih dulu agar bersih jiwa dan raga," ujar Sultan Sepuh.
Sultan Sepuh bersyukur acara siraman berlangsung lancar. Ia pun berharap untuk akad nikah Kamis (13/3) siang juga berlangsung lancar.
RR Siti Fatimah NN akan menikah dengan M Akbar dalam adat keraton. Akad nikah digelar besok siang, sementara resepsi Sabtu (15/3) malam. (roh)