Jembatan Bangbayang Ambruk
Jalur Cijapati Ditutup Selama Dua Hari
Selama dua hari, katanya, jalur ini akan ditutup sebelum diperbaiki Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Deni Ahmad Fajar
GARUT, TRIBUN - Kapolsek Kadungora Kompol Ismail Gumay mengatakan arus lalu lintas jalur Cijapati Garut - Bandung sementara terputus karena ambruknya Jembatan Bangbayang di Kampung Pintuan, Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, ambruk, Senin (3/3).
"Ruas jalan ini kami tutup dan dibatasi police line di sekitar jembatan. Hal ini untuk mengamankan warga yang ramai-ramai mendatangi lokasi untuk melihat jembatan ambruk," katanya, Senin (3/3).
Jalan alternatif untuk menghubungkan jalur Cijapati ini, katanya, dengan melewati Jalan di Desa Dano, Kecamatan Leles. Kendaraan harus memutar sampai belasan kilometer dengan kondisi jalan sempit.
Selama dua hari, katanya, jalur ini akan ditutup sebelum diperbaiki Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat keesokan harinya. Berdasarkan keterangan yang dihimpunnya, jambatan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda dan tidak kuat menahan arus sungai yang hampir meluap pada tengah malam itu.
Sebelumnya diberitakan, Jembatan Bangbayang di Kampung Pintuan, Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, ambruk, Senin (3/3). Selain angkutan perdesaan, satu unit sepeda motor dan pengendaranya yang melewati jembatan tersebut saat kejadian sempat terbawa hanyut Sungai Cigunungagung yang mengalir di bawahnya.
Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Bungkus Hadi Suseno, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 00.30. Jembatan tersebut ambruk sepanjang 5 meter dan lebar 8 meter. (sam)