Malu Dibilang Kota Jorok Sama Orang Bule

Inna mendadak tenar setelah tulisan di blognya, yang menyebut Bandung "The City of Pigs", ramai diperbincangkan di dunia maya.

TAMAN Lansia Jalan Diponegoro, Cilaki, mendadak bersih karena ada belasan relawan melakukan aksi bersih-bersih sampah, Sabtu (8/2). Mereka tidak mengenal satu sama lain. Tetapi komitmen dan semangat untuk menjadikan Bandung bebas sampah membuat mereka tergerak secara bersama-sama.
Harjono (85), warga Cikapayang, dalam dua jam berhasil mengantongi tiga kantong keresek besar sampah. "Saya datang sendiri karena malu Kota Bandung kotor dan malu juga yang ngajak beberesih orang asing," ujar Harjono sambil menarik napas panjang karena kelelahan, kemarin.
Harjono baru pertama kali melakukan bersih-bersih sampah di Taman Lansia. Padahal hampir setiap hari dia berolahraga di taman tersebut. "Saya baca koran dan Kota Bandung dinilai sangat kotor, makanya saya malu sebagai warga Kota Bandung," ujar Harjono.
Informasi berikutnya, ada ajakan untuk melakukan bersih-bersih secara bersama-sama dan ia pun merasa terpanggil untuk ikut serta sambil ingin kenal dengan orang asing yang menilai Bandung sebagai kota jorok.  "Tadi saya sudah lihat orangnya. Saya salut padanya karena peduli kebersihan, tapi tak berani mendekat," ujar Harjono.
Tak hanya Harjono yang ikut membersihkan taman. Lia Susanti (30), penghuni kos di Jalan Cendana, juga datang sendirian hanya untuk memungut sampah di Taman Lansia Jalan Cilaki. "Saya sedih Bandung dibilang sangat kotor dan yang bicaranya warga negara Bulgaria," ujarnya saat memungut sampah.
Lia mengatakan, ia datang ke taman selain dekat rumah juga ingin melihat Inna Sanova, orang yang menulis "Bandung The City of Pigs" di blognya. "Dari tadi saya belum lihat orang Bulgaria itu, hanya ketemu seorang kakek yang bersemangat memungut sampah," ujar Lia, yang berprofesi sebagai notaris.
Aktivitas memungut sampah ini membuat Lia mandi keringat. Sampah-sampah yang dipungutnya berserakan di pinggir-pinggir kali sehingga ia harus naik-turun untuk mengumpulkannya. Tiga kantong keresek besar yang dibawanya berisi sampah berbeda jenis, yakni untuk sampah plastik, kaleng, dan kertas.
Lia mengaku tidak merasa tersinggung dengan tulisan Inna di blognya. "Kota Bandung memang kotor, termasuk taman-taman. Baru hari ini Taman Lansia terlihat bersih," ujarnya.
Penulis artikel "Bandung The City of Pigs", Inna Savova (21), datamg bersama suaminya Addy Gembel, personel band metal Forgotten, dan beberapa temannya, membersihkan sampah di area Jalan Cilaki.
Inna mendadak tenar setelah tulisan di blognya, yang menyebut Bandung "The City of Pigs", ramai diperbincangkan di dunia maya. Dalam tulisannya, ia mengeluhkan di Kota Bandung banyak sampah. Kemudian ia mengajak warga Bandung untuk sama-sama membersihkan Taman Lansia.
Rika, warga Bandung, datang bersama suami dan dua anaknya. Membawa kantong plastik, ia memunguti sampah di sekitar taman. "Diajakin sama suami, katanya ramai di internet dan facebook. Lalu saya diajakin. Ya, ini biar bersih aja tamannya. Ternyata banyak juga yang peduli dengan sampah," kata Rika, yang menyarungi tangannya dengan plastik saat memunguti sampah.
Ia mengatakan, keluarganya selama ini memang peduli menerapkan go green di rumah. "Kami pilah-pilah sampah. Bikin biopori juga," tuturnya.
Inna sendiri datang dengan tampilan kasual mengenakan celana hitam model sobek-sobek dan kaus, menggendong tas ransel dan mengenakan kacamata hitam. Ia mengenakan sarung tangan kuning serta membawa kantong sampah berwarna hitam. Tanpa merasa jijik, ia memunguti sampah-sampah di pinggir  jalan dan memasukkannya ke plastik.
Inna pun mengajak warga Bandung untuk selalu menjaga kebersihkan kota minimal tidak membuang sampah sembarangan. "Saya senang ternyata masih banyak warga peduli dengan kebersihan kotanya. Buktinya, mereka kompak membersihkan sampah di Taman Lansia hanya diajak melalui media sosial," ujarnya.
Inna menyadari, untuk membersihkan Bandung dan membangunkan kesadaran warga, dibutuhkan waktu lama. Karena itu, ia menyarankan agar mengajari anak-anak sejak dini untuk hidup bersih. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Deni Ahmad Fajar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved