Humas: Tarif KA Cianjur-Sukabumi Masih Bisa Dikoreksi

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daop II Bandung, Zunerfin, mengatakan, pada tahap awal KA Siliwangi ditawarkan dengan Rp 20 ribu dan

CIANJUR, TRIBUN - Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Zunerfin, mengatakan, pada tahap awal KA Siliwangi ditawarkan dengan Rp 20 ribu dan Rp 35 ribu. Pihaknya baru membuka dua kelas untuk KA Siliwangi ini, yakni kelas eksekutif dan ekonomi AC.

"Untuk Eksekutif Rp 35 ribu, sedangkan ekonomi AC Rp 20 ribu. Dalam penerapan tarif ini kami sudah melakukan penghitungan. Tapi tak penutup kemungkinan nanti kalau warga merasa berat harga ini akan dikoreksi ulang. Sebab memang kereta api ini tidak ada subsidi. Karena itu tahap awal ditawarkan begitu (Rp 20 ribu dan Rp 35 ribu. Red)," ujar Zunerfin ketika ditemui di Stasiun Cianjur, Sabtu (8/2).

Meski begitu, Zunerfin tetap optimistis jika animo masyarakat Kabupaten Cianjur dan Sukabumi terhadap keberadaan KA Siliwangi ini sangat tinggi. Pasalnya pengoperasian kembali kereta api itu didasari permintaan pasar, masyarakat, dan pemerintah. Itu mengapa pihaknya mencoba mengakomodir agar warga bisa memanfaatkan KA Siliwangi.

"Dalam hal ini yang berperan adalah pemerintah terutama Dinas Perhubungan Jawa Barat. Karena jika jalur lama tidak diaktifkan dalam waktu yang cukup lama juga akan berdampak buruk. Sebab jika diaktifkan lagi harus ada revitalisasi sarana dan prasarana," ujar Zunerfin.

Pengoperasian Kereta Api (KA) Siliwangi rute Cianjur-Sukabumi disambut ratusan warga di Stasiun Cianjur, Jalan Yulius Usman, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Sabtu (8/2). Warga pun rela menunggu berjam-jam kedatangan alat transportasi massal yang diluncurkan dari Sukabumi itu.

Rasa penasaran warga terjawab ketika KA Siliwangi tiba di Stasiun Cianjur sekitar 13.15. Mereka langsung mengabadikan momen penting pengoperasian kembali kereta yang sempat vakum sekitar dua tahun itu. Dari arah Sukabumi, kereta ini membawa enam rangkaian gerbong. Tiga rangkaian gerbong ekonomi AC dan dua rangkaian gerbong eksekutif. Adapun satu rangkaian terakhir merupakan gerbong kereta pembangkit.

Toto (45) warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, mengatakan, aktifnya KA Siliwangi merupakan terobosan pemerintah tentang transportasi umum di rute Cianjur-Sukabumi. Menurutnya, masyarakat punya pilihan yang layak dan andal selain transportasi darat menggunakan bus dan kendaraan pribadi.

"Biasanya kalau mau ke Sukabumi naik bus terkadang macet juga di beberapa titik di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Belum lagi jalannya yang rusak dan gelap kalau melintas di malam hari. Kalau pakai kereta lebih aman dan nyaman," ujar Toto ketika ditemui Tribun di Stasiun Cianjur.

Namun demikian, Toto menilai, harga tiket KA Siliwangi cukup mahal. Pasalnya untuk menuju Sukabumi sedikitnya harus merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu. Sedangkan dibandingkan dengan menggunakan bus yang dilengkapi fasilitas AC, ia hanya membayar sekitar Rp 10 ribu untuk rute Cianjur-Sukabumi.

"Kalau dilihat kenyamanan memang jauh berbeda dengan menggunakan bus. Tapi harga tetap mempengaruhi animo warga terhadap kereta api. Dulu dinonaktifkannya kereta api Cianjuran itu juga disebabkan warga memilih transportasi darat akibat harga tiket keretanya mahal," ujar Toto. (*)

Penulis: cis
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved