• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Jabar

WAWANCARA KHUSUS DENGAN Ridwan Kamil - Gotong-Royong Membangun Bandung

Minggu, 15 September 2013 14:15 WIB
WAWANCARA KHUSUS DENGAN Ridwan Kamil - Gotong-Royong Membangun Bandung
Kemal Setia Permana
Arsitek Ridwan Kamil dengan latar belakang grafiti arsitektur kota masa depan yang sedang dirancangnya di dinding kantornya di Cigadung Raya Barat 5 Kota Bandung.

MENJELANG pelantikan, Senin (16/9), wali kota Bandung terpilih Ridwan Kamil mengaku sibuk menghadiri undangan komunitas-komunitas masyarakat untuk menerima saran dan masukan. Saat di rumah pun Kang Emil, sapaan akrabnya, sibuk menerima tamu. Namun di sela-sela kesibukannya, Kang Emil bersedia mengungkapkan program yang akan dilaksanakan selama lima tahun, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, kepada wartawan Tribun Jabar, Tiah SM dan Kander Turnip, Jumat (13/9) malam di Jalan Braga. Berikut petikannya:

Tribun Jabar: Jelang pelantikan malah padat acara?
Ridwan Kamil: Ya, karena banyak permintaan masyarakat ingin bertemu. Jadi kewajiban saya untuk bertemu mendengar keluhan dan masukan dari warga.

Apa hasil pertemuan dengan warga?
Hasil pertemuan langsung ada masukan 60 persen dan keluhan 40 persen. Tapi kalau komunikasi melalui media sosial banyak keluhan 70 persen dan masukan 30 persen.

Apa saja keluhan dan masukan yang Anda terima?
Keluhan di antaranya jalan rusak, macet, banjir, dan pelayanan publik yang lambat dan mahal.

Apa prioritas dan langkah awal setelah dilantik menjadi wali kota?
Ada tiga hal yang akan saya lakukan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk jangka pendek memperbaiki pelayanan publik yang selama ini lambat dan mahal yang banyak dikeluhkan, termasuk yang dialami oleh saya. Untuk jangka menengah, memperbaiki jalan yang butuh waktu dua tahun agar mulus sehingga masyarakat harus sabar. Sedangkan jangka panjang membangun transportasi agar tidak macet.

Bagaimana langkah taktis untuk mewujudkan program-program Anda?
Membangun Kota Bandung tidak bisa sendirian, tapi harus gotong-royong pemerintah dan masyarakat. Sebagai wali kota, saya harus banyak mendengar dan membuka komunikasi dengan semua kalangan masyarakat dan pakar.

Akan ada perubahan pelayanan atau mengganti pejabat yang kurang produktif?
Pelayanan kepada masyarakat harus cepat, murah, ramah, dan baik, makanya pelayanan mulai dari tingkat kelurahan harus diubah baik cara berpakaian maupun pelayanan agar warga nyaman dan senang mendapat pelayanan. Pelayanan di kelurahan harus seperti bank. Cepat dan rapi.
Pergantian pejabat? Rasanya harus memberikan dulu kesempatan kepada yang saat ini menjabat. Saya akan kumpulkan semua PNS di Sabuga untuk silaturahmi. Saya akan mengajak semua PNS untuk bekerja dengan baik dan mencapai target. Nah, pejabat harus sanggup mencapai target yang saya ajukan. Jika tidak sanggup, ganti dengan yang mampu dan mau bekerja.

Program lainnya?
Saya akan launching progam Lapor Warga secara online. Jadi, semua warga bisa melapor lengkap dan fotonya. Keluhan warga harus direspons oleh dinas terkait secara cepat.

Apa yang dilakukan setelah dilantik dalam 100 hari?
Ada program yang bisa dikerjakan dalam tiga bulan terakhir, ada yang jangka menengah, dan jangka panjang. Memang banyak ekspektasi masyarakat. Tapi kita mohon kepada media untuk menyampaikan bahwa ada ekspektasi yang diselesaikan jangka tiga bulan tersisa di 2013 sebagai jangka pendek, ada yang dikerjakan jangka menengah, dan ada yang jangka panjang. Yang cepat itu kedisiplinan. Minggu depan ada gerakan kedisiplinan dengan melibatkan polisi dan TNI, misalnya, itu sebagai salah satu program jangka pendek untuk menertibkan PKL dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di jalan. Misalnya juga lampu-lampu dinyalakan lagi. Membenahi jalan macet itu sebagai program jangka panjang.

Termasuk smart city?
Ya, smart city itu sebagai jangka pendek dalam aplikasinya, tapi ada bagian jangka panjangnya dengan melengkapi semua informasinya. Misalnya, untuk bisa minta informasi naik angkot ke mana, tinggal  klik saja di aplikasi itu. Nanti aplikasinya akan memberikan informasi. Saya akan minta orang-orang pintar di Bandung untuk membenahi informasi-informasi itu.

Jalan rusak paling banyak dikeluhkan. Bisa mulus kapan?
Jalan di Kota Bandung banyak rusak sehingga butuh waktu, tapi target dalam dua tahun sudah mulus karena akan diupayakan selain dana APBD juga dari sumber lain pihak ketiga.

Bagaimana mewujudkan janji kampanye, khususnya dana Rp 100 juta untuk RW setiap tahun?
Dana Rp 100 juta untuk RW tentunya harus jelas peruntukannya dengan mengajukan proposal. Dana tidak bisa utuh langsung diberikan kepada RW karena ada prosedurnya melalui dinas terkait. Contohnya, jika untuk bangun jalan, dananya ada di Binamarga dan lainnya. Dana Rp 100 juta bukan dana hibah. Begitu juga untuk bangun taman jelas di Dinas Pertamanan. Bantuan pendidikan, kesehatan, dan lainnya ada di dinas masing-masing. Filosofinya mendesentralisasi pelayanan ke RW-RW.

Bagaimana Kang Emil menjaga harmonisasi dengan wakil wali kota?
Dalam setiap keputusan, saya selalu berkonsultasi dengan Pak Oded. Jadi tidak ada rahasia-rahasiaan. Dan dengan pekerjaan rumah yang begitu banyak, saya perlu bantuan pembagian tugas sehingga kami bisa harmonis sampai akhir jabatan.

Bagaimana tanggapan istri setelah Kang Emil terpilih?
Istri saya nervous aja, sama seperti saya, karena kami kan belum pernah melakukan ini. Jadi, kami tetap bersiap mental saja dan berusaha untuk menjaga supaya tetap amanah sampai akhir masa jabatan. (*)

Penulis: tsm
Editor: jan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
248272 articles 4 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas