Minggu, 1 Februari 2015

WAWANCARA KHUSUS DENGAN Ridwan Kamil - Gotong-Royong Membangun Bandung

Minggu, 15 September 2013 14:15 WIB

WAWANCARA KHUSUS DENGAN Ridwan Kamil - Gotong-Royong Membangun Bandung
Kemal Setia Permana
Arsitek Ridwan Kamil dengan latar belakang grafiti arsitektur kota masa depan yang sedang dirancangnya di dinding kantornya di Cigadung Raya Barat 5 Kota Bandung.

MENJELANG pelantikan, Senin (16/9), wali kota Bandung terpilih Ridwan Kamil mengaku sibuk menghadiri undangan komunitas-komunitas masyarakat untuk menerima saran dan masukan. Saat di rumah pun Kang Emil, sapaan akrabnya, sibuk menerima tamu. Namun di sela-sela kesibukannya, Kang Emil bersedia mengungkapkan program yang akan dilaksanakan selama lima tahun, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, kepada wartawan Tribun Jabar, Tiah SM dan Kander Turnip, Jumat (13/9) malam di Jalan Braga. Berikut petikannya:

Tribun Jabar: Jelang pelantikan malah padat acara?
Ridwan Kamil: Ya, karena banyak permintaan masyarakat ingin bertemu. Jadi kewajiban saya untuk bertemu mendengar keluhan dan masukan dari warga.

Apa hasil pertemuan dengan warga?
Hasil pertemuan langsung ada masukan 60 persen dan keluhan 40 persen. Tapi kalau komunikasi melalui media sosial banyak keluhan 70 persen dan masukan 30 persen.

Apa saja keluhan dan masukan yang Anda terima?
Keluhan di antaranya jalan rusak, macet, banjir, dan pelayanan publik yang lambat dan mahal.

Apa prioritas dan langkah awal setelah dilantik menjadi wali kota?
Ada tiga hal yang akan saya lakukan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk jangka pendek memperbaiki pelayanan publik yang selama ini lambat dan mahal yang banyak dikeluhkan, termasuk yang dialami oleh saya. Untuk jangka menengah, memperbaiki jalan yang butuh waktu dua tahun agar mulus sehingga masyarakat harus sabar. Sedangkan jangka panjang membangun transportasi agar tidak macet.

Bagaimana langkah taktis untuk mewujudkan program-program Anda?
Membangun Kota Bandung tidak bisa sendirian, tapi harus gotong-royong pemerintah dan masyarakat. Sebagai wali kota, saya harus banyak mendengar dan membuka komunikasi dengan semua kalangan masyarakat dan pakar.

Akan ada perubahan pelayanan atau mengganti pejabat yang kurang produktif?
Pelayanan kepada masyarakat harus cepat, murah, ramah, dan baik, makanya pelayanan mulai dari tingkat kelurahan harus diubah baik cara berpakaian maupun pelayanan agar warga nyaman dan senang mendapat pelayanan. Pelayanan di kelurahan harus seperti bank. Cepat dan rapi.
Pergantian pejabat? Rasanya harus memberikan dulu kesempatan kepada yang saat ini menjabat. Saya akan kumpulkan semua PNS di Sabuga untuk silaturahmi. Saya akan mengajak semua PNS untuk bekerja dengan baik dan mencapai target. Nah, pejabat harus sanggup mencapai target yang saya ajukan. Jika tidak sanggup, ganti dengan yang mampu dan mau bekerja.

Halaman12
Penulis: tsm
Editor: jan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas