• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jabar

Meski Tanah Labil, Pondasi Gelora BLA Disebut Tetap Kuat

Kamis, 15 Agustus 2013 18:27 WIB
Meski Tanah Labil, Pondasi Gelora BLA Disebut Tetap Kuat
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Pintu masuk Gelora BLA yang mengalami keretakan dibongkar untuk diperbaiki, Kamis (15/8/2013). Penanggung jawab proyek GBLA menyatakan kejadian itu merupakan kondisi khusus dalam dunia konstruksi karena penurunannya tidak terjadi merata pada semua area. Kendati demikian hal itu tak akan terpengaruh ke pondasi, apalagi sampai bangunan roboh. 

BANDUNG, TRIBUN - Manajer Teknik PT Adhi Karya Hanif Setyo Nugroho akhirnya angkat bicara tentang kondisi Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang retak-retak. Hanif yang juga penanggungjawab proyek GBLA semula akan memberikan keterangan Jumat tapi dipercepat Kamis (15/8) untuk klarifikasi berita keretakan tersebut.

"Keretakan tembok di tiga pintu masuk sudah dibongkar dan akan segera dipasang kembali setelah berhenti gerakan tanahnya," ujar Hanif yang sengaja datang ke Balai Kota, Kamis (15/8).

Hanif menegaskan, GBLA masih menjadi tanggungjawabnya sehingga jika ada gangguan termasuk keretakan otomatis akan diperbaiki tanpa meminta biaya tambahan ke Pemkot.

Secara lebih rinci, ia menjelaskan mengenai kondisi bangunan yang retak yaitu bagian bangunan yang retak adalah elemen non struktural berupa pasangan bata pada pintu sektor tribun yang berada di atas pondasi setempat pada urugan tanah 4,5 m.

Menurut Hanif, dari 24 pintu sektor yang mengalami keretakan, hanya tiga pintu yang bermasalah secara signifikan dan sedang dalam proses perbaikan sekaligus memonitor mengenai penurunannya.

"Perbaikan tersebut tetap menjadi tanggung Adhi Karya, sekaligus sebagai bagian dari kewajiban masa pemeliharaan yang akan berakhir September 2013," ujar Hanif.

Menurut Hanif, kejadian tersebut merupakan kondisi khusus dalam dunia konstruksi karena penurunannya tidak terjadi merata pada semua area dan murni berkaitan dengan kondisi tanah sangat lunak yang kedalamanya lebih dari 40 m.

"GBLA dibangun di atas bekas rawa dan sawah sehingga masih wajar ada tanah yang labil karena urugan dan kurang merata sehingga tanah labil. Tapi saya jamin tak akan terpengaruh ke pondasi, apalagi sampai roboh itu sangat tidak mungkin," ujarnya.

Hanif pun mengatakan, masa pemeliharaan sampai September 2013 kami akan serahkan ke Pemkot tapi jika ada kerusakan kembali setelah lewat September tidak akan lepas tangan.

"Kami masih mengawasi, apalagi pembangunan tahap dua dimenanglkan Adhi Karya lagi untuk membangun lahan parkir dan fasitas lainnya," ujar Hanif.  (*)

Penulis: tsm
Editor: dar
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
233802 articles 4 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas