Bulog Segera Kendalikan Harga Daging Sapi
Selama beberapa bulan terakhir, harga jual daging sapi begitu melejit.
Tayang:
Penulis: | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Selama beberapa bulan terakhir, harga jual daging sapi begitu melejit. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, yaitu kemungkinan besar, menjelang Ramadan, terutama Idul Fitri tahun ini, harga jual komoditi itu kembali melesat, sebagai efek tingginya permintaan.
Namun, beberapa waktu silam, pemerintah siap menekan harga jual daging. Bahkan, pemerintah berjanji bahwa harga jual daging sapi pada saat Ramadan dan Idul Fitri 2013, angkanya sekitar Rp 75-76 ribu per kilogram.
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, pada sela-sela Pembahasan Konsep Penyempurnaan Permentan Nomor 26/2007 Tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr. Djunjunan, Bandung, Rabu (19/6), mengemukakan, pemerintah memang memberikan peran kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk turut andil dalam mengelola daging sapi, yaitu impor.
Dijelaskan, pemerintah membebaskan lembaga BUMN tersebut untuk menentukan harga jual daging sapi. "Memang, sifatnya komersil. Tapi, kami, selaku pemerintah, instruksinya kepada Bulog, supaya harga jual daging sapi itu di bawah harga pasar. Tujuannya, mengendalikan harga jual daging sapi selama Ramadan dan Idul Fitri 2013," tandas Rusman.
Pengendalian harga daging sapi itu yang dilakukan Bulog, sambung Rusman, agar tidak terjadi kenaikan signifikan saat Ramadan dan Idul Fitri 2013. Bentuknya, lanjut Rusman, dapat melalui operasi pasar (OP). Pelaksanaannya, lanjut dia, saat puncak permintaan, yaitu H-2 Idul Fitri. "Harapannya, adanya peran Bulog itu, harga daging sapi bisa ditekan. Nilai tertingginya berada pada level Rp 80-85 ribu per kilogram," sahutnya. (win)
KOMENTAR