Selasa, 9 Juni 2026

Usul Kadin Tak Digubris Pemerintah

Hingga menjelang putusan naik tidaknya harga jual bahan bakar minyak subsidi berlangsung, berbagai reaksi dan komentar ditunjukkan

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Hingga menjelang putusan naik tidaknya harga jual bahan bakar minyak (BBM) subsidi berlangsung, berbagai reaksi dan komentar ditunjukkan sejumlah kalangan. Satu di antaranya Kadin Indonesia.

Haryadi Sukamdani, Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Publik dan Fiskal, mengungkapkan, sebenarnya pada November 2011, jajarannya memberikan usul kepada pemerintah berkenaan dengan kenaikan harga BBM subsidi.

Usulnya, kata Haryadi, berupa kenaikan harga BBM subsidi secara bertahap. "Saat itu, kami kira merupakan momentum tepat. Indikatornya, inflasi masih rendah," ujar Haryadi di Kadin Jabar, Kawasan Surapati Core Bandung, Jalan PHH Musthopa Bandung, Senin (17/6).

Saat itu, usul kenaikannya Rp 500 per liter. Kemudian, naik lagi Rp 500 per liter dalam kurun waktu tertentu. Akan tetapi, ujar Haryadi, pemerintah tidak menggubris usul itu. Menurutnya, saat itu pemerintah sibuk melakukan pencitraan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved