Rabu, 10 Juni 2026

Rouhani: Ini Kemenangan Atas Ekstremisme

Hassan Rouhani menyebut kemenangannya di pemilihan presiden Iran sebagai kemenangan sederhana atas ekstremisme.

Tayang:
Editor: swo
TEHERAN, TRIBUN - Hassan Rouhani menyebut kemenangannya di pemilihan presiden Iran sebagai kemenangan sederhana atas ekstremisme.

Rouhani yang mendapat dukungan dari kaum reformis ini sebelumnya dinyatakan sebagai pemenang pemilu dengan 50 persen suara lebih.

Ribuan warga Iran menyambut kemenangan Rouhani dengan turun ke jalan di Teheran saat hasil pemilu diumumkan, dengan meneriakkan slogan proreformasi.

Rouhani dalam sebuah pernyataan mengatakan, "Sebuah kesempatan baru telah tercipta bagi mereka yang sepenuhnya menghormati demokrasi, interaksi dan kebebasan dialog."

Ulama berusia 64 tahun tersebut mengatakan, "Saya berterimakasih kepada Tuhan sekali lagi rasionalisme dan kesederhanaan bersinar di Iran... Kemenangan ini adalah kemenangan untuk kebijaksanaan, kesederhanaan dan kedewasaan... atas ekstremisme"

Tetapi dia juga menambahkan, "Bangsa yang mengembargemborkan demokrasi dan kebebasan dialog harus berbicara kepada rakyat Iran dengan hormat dan kesamaan hak atas republik Islamis."

Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei juga memberi selamat atas kemenangan Rouhani. "Saya meminta semua orang untuk membantu presiden terpilih dan jajaran pemerintahannya, karena dia adalah presiden bagi semua bangsa," ujarnya.

Ayatollah Khamenei akan mensahkan pemilu ini pada 3 Agustus mendatang dan presiden baru akan mengambil sumpah di parlemen.

Sementara itu Amerika Serikat dalam sambutannya mengungkapkan kekhawatiran atas minimnya transparansi dan sensor, tetapi memuji warga Iran dan menyatakan siap bekerja sama dengan Teheran. Sedangkan PM Israel Benjamin Netanyahu tetap mendesak internasional untuk menekan Iran terkait program nuklir.

Pilpres Iran untuk menggantikan Presiden Ahmadinejad dimulai pada Jumat dan sempat diundur beberapa jam diikuti oleh sekitar 50 juta pemilih. Enam kandidat yang mencalonkan diri, yakni Ketua Dewan Kebijaksanaan Pusat untuk Strategic Penelitian Hassan Rouhani, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Saeed Jalili, Sekretaris Dewan Kebijaksanaan Mohsen Rezaei, Walikota Teheran Mohammad Baqer Qalibaf, mantan menteri luar negeri Ali Akbar Velayati, dan mantan menteri telekomunikasi Mohammad Gharazi. (bbc)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved