Warga Pelosok Dioperasi Gratis
Sebanyak 50 warga penderita bibir sumbing atau celah bibir dan langit-langit mulut dioperasi di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Guntur Garut,
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
Ketua panitia kegiatan pengobatan gratis tersebut, Kapten CKM Salim, mengatakan kegiatan digelar dalam rangka HUT ke-67 Kodam III Siliwangi. 50 warga berumur di bawah 1 tahun sampai 23 tahun ini dioperasi dalam dua jadwal, yakni Sabtu (15/6) dan Minggu (16/6).
"Kebanyakan pasien berasal dari pelosok Garut, seperti Pameungpeuk, Bungbulang, dan Cisurupan. Mereka warga miskin penderita bibir sumbing atau celah bibir dan langit-langit mulut, semuanya dari keluarga berekonomi lemah," ucapnya, Sabtu (15/6).
Awalnya, kata Halim, timnya mencari warga miskin penderita bibir sumbing ke sejumlah pelosok. Kemudian, para penderita bibir sumbing ini didaftarkan untuk mendapat pengobatan dan operasi gratis di RS TNI Angkatan Darat Guntur.
Penderita bibir sumbing ini kemudian menjalani masa pre-operasi dengan melakukan pendataan awal, pemeriksaan, dan rontgent. Kemudian, operasi dilakukan beberapa hari setelahnya. Selanjutnya, mereka diminta kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan post-operasi.
Setelah itu, ucapnya, timnya akan langsung terjun ke rumah-rumah warga yang telah dioperasi ini untuk melakukan pengecekan terakhir, sebulan setelah operasi. Dengan demikian, warga tidak harus mengeluarkan ongkos untuk berobat kembali ke rumah sakit.
"Nanti ada jadwal untuk membuka jahitan dan alatnya. Saat pengecekan, tim ahli bedah akan datangi rumah. Saat operasi, jika harus menginap, kami sediakan tempat tidur di aula rumah sakit," tuturnya.
Kegiatan ini, ucapnya, dilakukan atas kerja sama RS TNI Angkatan Darat Guntur dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit dan sejumlah dokter bedah dari RS Hasan Sadikin Bandung.
Warga Kampung Pamuruyan, Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Ombah (36), mengatakan anaknya yang berusia 10 bulan, Muhammad Ridwan, menderita bibir sumbing sejak lahir. Saat ditawari mengikuti program ini, Ombah pun mendaftarkan anaknya untuk bisa dioperasi.
"Alhamdulillah, anak saya bisa dioperasi juga. Tadinya saya bingung karena tidak punya biaya untuk operasi. Tapi sekarang gratis. Ongkos juga gratis karena sudah ditanggung rumah sakit," kata Ombah. (*)