Rabu, 10 Juni 2026

Guru Honorer Jangan Tergiur Program

mengimbau kepada semua guru honorer atau guru bantu sukarelawan di Kabupaten Cianjur untuk tidak tergiur tawaran tentang kemudahan

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Darajat Arianto
CIANJUR, TRIBUN - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah, mengimbau kepada semua guru honorer atau guru bantu sukarelawan (GBS) di Kabupaten Cianjur untuk tidak tergiur tawaran tentang kemudahan menjadi PNS atau program lainnya.

Imbauan itu untuk menghindari penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab yang mengaku bisa memperlancar dan mempermudah status kepegawaian guru honorer atau GBS dengan menyetorkan sejumlah uang.

"Jangan percaya program ataupun kemudahan yang ditawarkan oknum yang bertanggungjawab. Terlebih harus mengeluarkan uang," kata Cecep kepada Tribun ketika ditemui di Kantor Disdik, Jalan Raya Jebrod, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jumat (14/6).

Cecep mengatakan, pihaknya pasti mengumumkan setiap program dengan melalui pusat pembinaan dan pendidikan (Pusbindik) yang ada di setiap kecamatan. Apalagi jika program tersebut berkaitan dengan guru honorer atau GBS di Kabupaten Cianjur.

Karena itu ia mengaku prihatin atas peristiwa yang dialami 31 guru honorer dan GBS di Kecamatan Ciranjang. Mengingat guru-guru tersebut merasa dirugikan terhadap seorang oknum guru berinisial DS sehingga melaporkannya ke pihak Polsek Ciranjang.

"Saya minta kepada semua guru honorer dan GBS untuk melakukan konfirmasi ke instansi terkait kalau ditawari program. Kalau perlu konfirmasi ke Disdik Kabupaten Cianjur untuk lebih yakin," ujar Cecep.

Menurut Cecep, kasus dugaan penipuan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap sebanyak 31 guru honorer di Kecamatan Ciranjang itu sangat mencoreng dunia pendidikan.

Menurutnya, hal tersebut merugikan Dinas Pendidikan sebagai instansi yang menjadi tempat bernaungnya oknum guru tersebut. Selain itu, kata Cecep, tindakan tersebut merugikan guru-guru yang statusnya masih honorer dan GBS.

"Kami akan menindaklanjuti hal ini. Karena kami juga butuh informasi yang jelas dari pihak korban untuk mengecek kebenarannya. Kalau benar akan kami tindak tegas. Apalagi itu dilakukan seorang PNS," kata Cecep. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved