BI Kembangkan Klaster Cabai di Garut
Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Wilayah VI kembali mengembangkan klaster cabai di Desa Situgede, Kecamatan Cigedug
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
Kepala KPW Bank Indonesia Wilayah VI, Dian Ediana Rae, mengatakan cabai merupakan salah satu komoditas pangan terpenting yang dapat bengakibatkan inflasi ekonomi jika persediaannya sedikit atau harganya melambung. Karenanya, pengembangan klaster cabai di Cigedug ini merupakan langkah kecil yang nyata sebagai upaya mencegah inflasi ekonomi.
"Ini hanya stimulan dari kami supaya masyarakat dan pemerintah setempat bisa mengembangkannya. Dengan demikian, ke depannya, suplai cabe akan selalu cukup dan kualitas cabai akan semakin baik," kata Dian saat ditemui seusai meresmikan dua bangunan green house, Jumat (14/6).
Selanjutnya, kata Dian, pembangunan dan pengembangan klaster cabai serta hasil tanaman pangan lainnya akan dilakukan di Tasikmalaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Penyaluran CSR ini pada bidang pertanian, ucapnya, akan dilakukan sesuai dengan kondisi alam di daerah setempat. Tidak menutup kemungkinan, BI akan mengembangkan juga bidang peternakan, di antaranya peternakan ayam, kambing, atau sapi.
Di Kabupaten Garut, pengembangan klaster ini dikerjakan oleh Koperasi Cagarit. Koperasi beranggotakan 15 kelompok tani dari delapan kecamatan di Garut ini menyalurkan cabai berkualitas nomor satu ke sejumlah pabrik makanan ternama sebanyak sekitar 15 ton dalam sekali panen raya. (*)