Rabu, 10 Juni 2026

Anak Loper Koran Pun Tembus ITB

MENJADI anak seorang loper koran tidak membuat Edis Abdul Jabbar rendah diri. Lulusan SMA Negeri 1 Tasikmalaya ini justru bersemangat

Tayang:
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Januar Pribadi Hamel
MENJADI anak seorang loper koran tidak membuat Edis Abdul Jabbar rendah diri. Lulusan SMA Negeri 1 Tasikmalaya ini justru bersemangat dalam menjalani kesehariannya, termasuk di sekolah. Bahkan ia punya tekad lebih baik bagi masa depannya dan ingin membuat orang tuanya bangga.

Keinginannya satu per satu bisa didapat. Lelaki kelahiran Tasikmalaya, 23 Oktober 1993, ini menjadi salah satu siswa dengan nilai ujian nasional (UN) terbaik di Jawa Barat. Bahkan dengan nilai-nilainya yang bagus selama sekolah, ia juga sudah dinyatakan diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Bukan hanya itu, ia mendapat beasiswa BidikMisi atas prestasinya.

"Latar belakang saya secara ekonomi tidak menjadi pikiran. Saya bangga sama ayah saya meski hanya loper koran. Justru hal itu menjadi salah satu semangat saya untuk lebih baik lagi," katanya saat ditemui pada acara Dialog Interaktif dengan Siswa Peraih Nilai UN Tinggi Tingkat SMA yang digelar Ganesha Operation, Jalan Purnawarman, Bandung, Sabtu (8/6).

Menurut lelaki asal Kampung Cianjur Kidul, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, ini, yang ia tanamkan dalam dirinya adalah menjalankan tugasnya sebagai pelajar sebaik-baiknya. Meski terkadang membantu sang ayah, ia tidak lupa untuk belajar. Karena keinginan belajarnya kuat, ia pun mendapat persetujuan kedua orang tuanya, Mamat dan Pipin, saat ia meminta bisa ikut bimbingan belajar di Ganesha Operation Tasikmalaya. Tidak disangka, karena prestasinya, ia juga mendapat beasiswa dari tempat bimbel tersebut.

"Dari sana, ayah dan ibu saya terus mendukung saya, bahkan meminta saya untuk fokus belajar saja agar keinginan saya bisa kuliah di ITB tercapai," kata lelaki yang menyukai pelajaran Matematika, Kimia, dan Fisika ini.

Prestasi gemilang juga diraih Angga M Darmawan, juara 1 UN se-Kabupaten Majalengka untuk IPA. Lulusan SMAN 1 Majalengka ini lulus dengan nilai baik. Anak Ebon (alm) dan Titien, yang kini masih menjadi guru PNS, ini memang sudah memiliki sederet prestasi, di antaranya Juara II Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten, Juara III Cerdas Cermat Kimia Tingkat Provinsi, dan selalu juara umum di sekolahnya.

"Saya tidak menyangka bisa mendapat nilai UN terbaik karena justru fokus saya bagaimana agar saya bisa lulus dan melanjutkan kuliah, itu saja," katanya.

Perasaaan serupa diakui Ni Kadek Vani Apriyanti, Juara 1 UN se-Indonesia untuk IPA. Lulusan SMAN 4 Denpasar, Bali, ini juga tidak menyangka meraih nilai sempurna pada UN kemarin. Anak I Ketut Martawan dan Ni Made Maryani ini meraih nilai 59,20 atau rata-rata hampir 10 untuk lima mata pelajaran yang diujiankan. Nilai terkecil Vani hanya di mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni 9,20.

Menurut dia, tidak ada trik istimewa untuk bisa meraih nilai sempurna. Ia hanya punya target untuk bisa meraih cita-citanya kuliah di Fakultas Kedokteran. "Dengan target ini, saya mencoba mencapainya karena tahu keberhasilan tidak datang tiba-tiba, tapi dengan usaha," kata pelajar yang sudah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.

Melihat prestasi yang diraih para pelajar tersebut, Direktur Utama Ganesha Operation, Dr Ir Bob Foster MM, mengatakan prestasi yang telah diraih tidaklah tiba-tiba, tetapi melalui sebuah usaha. Namun ia berharap, mereka bisa melanjutkan prestasi tersebut dan menjadi lebih baik lagi. Sebab, kepada para pelajar ini harus ditanamkan pemahaman untuk tidak mengukur diri dari apa yang sudah dicapai, tapi dari apa yang seharusnya dicapai.

"Saya katakan bahwa potensi para siswa adalah potensi luar biasa, potensi besar. Mereka adalah people who make things happen. Mereka bisa menjadi generasi yang bisa membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang," katanya.

Ia juga mengatakan, prestasi saat ini merupakan titik awal untuk hari-hari ke depan. Untuk itu, ia juga berpesan, agar menjadi mutiara karena mutiara di mana pun akan bersinar.
Pada kesempatan itu Ganesha Operation memberikan beasiswa bagi pelajar berprestasi tersebut. Bukan hanya di Bandung, beasiswa juga diberikan kepada pelajar peserta bimbel GO lain yang tersebar di Indonesia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved